Akurat

Rekor, Pencurian Kredensial Roblox Mengancam Anak-anak!

Petrus C. Vianney | 31 Maret 2024, 20:21 WIB
Rekor, Pencurian Kredensial Roblox Mengancam Anak-anak!

AKURAT.CO - Sebuah laporan baru-baru ini menyoroti lonjakan jumlah kredensial yang dicuri untuk game populer, Roblox. Antara tahun 2021 dan 2023, hampir 34 juta kredensial Roblox telah bocor ke dark web, menandakan ancaman yang signifikan bagi keamanan anak-anak.

Menurut penelitian, jumlah akun yang disusupi untuk Roblox meningkat drastis setiap tahunnya, mencapai 231 persen dalam tiga tahun terakhir. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak menjadi target utama pencurian kredensial karena rentan terhadap berbagai macam serangan siber.

Baca Juga: Roblox Luncurkan Fitur Penerjemah AI untuk Percakapan Langsung di Metaverse, Ada Bahasa Indonesia

"Alasan di balik tingginya volume pencurian kredensial login yang terkait dengan Roblox adalah karena anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan, terutama terhadap berbagai jenis rekayasa sosial," ujar Yuliya Novikova selaku Head of Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Jumat (29/3/2024).

Meskipun kasus pencurian kredensial Roblox cukup banyak, penjahat siber di dark web lebih tertarik pada akun-akun game lainnya, seperti Steam yang menawarkan potensi untuk mencuri uang sungguhan.

Untuk melindungi diri dari ancaman pencurian kredensial, dianjurkan untuk mengikuti langkah-langkah keamanan berikut:

1. Pemantauan proaktif terhadap dark web untuk mengidentifikasi penyusupan akun sebelum berdampak pada keamanan.

2. Menggunakan solusi keamanan yang andal, seperti Kaspersky Premium, untuk melindungi semua perangkat.

3. Menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan yang digunakan.

4. Mengaktifkan autentikasi dua faktor untuk melindungi akun secara ekstra.

Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan pencegahan, diharapkan dapat mengurangi risiko pencurian akun dan menjaga keamanan online, terutama bagi anak-anak yang rentan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.