Tips Manfaatkan Ruang Digital untuk Branding Produk UMKM

AKURAT.CO - Dalam rangka program Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar mengenai penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Jawa Tengah dengan "Membangun Personal Branding di Media Sosial" pada Jumat (29/3/2024).
Kali ini hadir pembicara-pembicara program kegiatan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2024 yang ahli di bidangnya untuk berbagai bidang. Antara lain Dosen Pengajar Ilmu Komunikasi Ade Irma Sukmawati , founder Hermana Boots, Instruktur Adopsi Digital DEA KOMINFO Anggraini Hermana, dan Pelaku UMKM Vintage Jogja Tri Purwanto (Iponk Sosronadi Goenturmadu).
Banyaknya pengguna internet di Indonesia menjadi peluang bagi individu atau bahkan pengusaha untuk membangun branding memasarkan diri, produk, atau jasa.
Personal branding menurut Influencer Marketing Hub adalah cara untuk memasarkan diri sendiri (barang atau jasa), yang merupakan kombinasi unik antara kemampuan, pengalaman, dan kepribadian yang ingin ditampilkan dan dilihat oleh dunia.
Tri Purwanto punya cara tersendiri untuk membangun personal branding dari Vintage Jogja yang menjual kaos vintage atau kaos lawas bermotif band musik, film, dan parodi yang langka.
Baca Juga: Wujudkan Jakarta Kota Global, Bank DKI Perluas Layanan Berbasis Digital
Tri bercerita, kaos vintage langka ini awalnya hanya dikenal oleh segelintir orang yaitu kolektor dan komunitas. Namun, seiring waktu kaos vintage berhasil digemari banyak orang.
Ada tiga cara yang dilakukan Tri untuk membantu pemasaran kaos vintage di ruang digital, yaitu melalui product awareness (mawas produk), positioning (memposisikan merek), dan brand image (citra produk).
"Penjelasan para seller mengenai kaos vintage ini banyak menarik perhatian para penonton untuk lebih mengulik tentang kaos vintage. Dari yang awalnya belum paham apa itu kaosnya, mereka mencari tahu dan menikmati ternyata cocok dengan selera mereka masing-masing dan akhirnya mereka mencari dan memburu kaos tersebut di berbagai media sosial," kata Tri.
Adapun media sosial yang digunakan untuk strategi pemasaran kaos vintage ini 70 persen di Instagram, 20 persen dari Tiktok, dan 10 persen di aplikasi lain seperti Facebook dan Carousell.
Selain memasarkan atau menjual kaos vintage, Tri punya cara sendiri untuk meyakinkan calon pembelinya untuk memutuskan membeli dan melakukan transaksi ulang di kemudian hari.
Cara tersebut adalah dengan memberi edukasi terkait originalitas produk dan memberi garansi 100 persen jika kaos yang dibeli tidak asli.
"Pihak Seller wajib refund atau pengembalian barang jika ada hal yang tidak diinginkan, maka dari itu tingkat kekhawatiran mendapatkan product palsu sangat minim," jelas Tri.
Serupa dengan Tri, Anggraini menjelaskan ada banyak hal yang dapat dimanfaatkan badan usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendorong kemajuan usahanya.
Menurutnya, dampak positif internet untuk pengusaha antara lain pengembangan jaringan dan kolaborasi, promosi dan pemasaran, pengembangan ekosistem UMKM dari rantai produksi hingga distribusi, peningkatan akses terhadap sumber daya alam sebagai bahan baku, dan pengoptimalan akses terhadap sumber daya digital.
"Digitalisasi dapat meningkatkan penjualan produk UMKM dengan melakukan riset, menentukan model bisnis, menentukan platform apa yang akan digunakan, mengetahui sistem pemasaran online dengan pembangunan prasarana digital, memperhatikan trend market, serta beradaptasi," jelas Anggraini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









