Serangan Siber Makin Canggih, AI Jadi Bumerang?

AKURAT.CO - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini bukan hanya menjadi alat bagi inovasi positif, tetapi juga telah diadopsi oleh para hacker untuk melakukan serangan siber yang lebih canggih.
Menurut Dony Koesmandarin, Territory Manager untuk Indonesia di Kaspersky, serangan siber yang menggunakan AI merupakan bentuk kejahatan siber yang semakin canggih. Dalam perkembangannya, teknologi AI telah menjadi alat yang memudahkan para hacker dalam melancarkan serangannya.
Dony menyatakan kekhawatirannya terhadap fenomena ini, sambil menyoroti perlunya respons yang cepat dan efektif dari pihak-pihak yang terlibat dalam keamanan siber.
"Cyber crime ya larinya pasti negatif, bukan positif. Cuma teknologinya lebih canggih. Sudah ada ChatGPT segala macam, itu sangat membantu mereka," ujar Dony, saat acara Kaspersky KUMA Launch di Jakarta, Selasa (27/2/2024).
Namun, Ia juga menyampaikan optimisme bahwa meskipun hacker menggunakan AI, teknologi tersebut tetap memiliki kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk melawannya. Bahkan, ia menegaskan bahwa AI juga bisa digunakan untuk melawan balik serangan yang dilakukan menggunakan AI.
Sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan siber, Kaspersky berkomitmen untuk melindungi pengguna di seluruh dunia dari serangan siber. Mereka terus melakukan upaya peningkatan keamanan dan memberikan perlindungan maksimal kepada pengguna mereka.
Sebelumnya, Microsoft telah menemukan bahwa hacker dari berbagai negara seperti Iran, Korea Utara, Rusia dan China mulai memanfaatkan teknologi AI generatif seperti ChatGPT untuk melancarkan serangan mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa perlunya langkah-langkah preventif yang lebih kuat untuk mengatasi ancaman serangan siber yang semakin canggih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









