Akurat

Google Chrome Meluncurkan Fitur Baru untuk Melindungi Privasi Pengguna

Petrus C. Vianney | 10 Januari 2024, 18:56 WIB
Google Chrome Meluncurkan Fitur Baru untuk Melindungi Privasi Pengguna

AKURAT.CO - Google saat ini tengah menguji perubahan signifikan dalam upayanya melindungi privasi pengguna online.

Fitur terbaru di browser Chrome secara efektif menonaktifkan cookie pihak ketiga, yaitu file kecil yang biasanya digunakan untuk mengumpulkan data analitik, personalisasi iklan dan memonitor aktivitas penjelajahan.

Uji coba ini dimulai dengan 1 persen pengguna global, mencakup sekitar 30 juta orang, sebelum rencana peluncuran penuhnya akhir tahun ini. Google menjelaskan langkah ini sebagai ujian untuk meningkatkan privasi online.

Meskipun Google menekankan tanggung jawab dalam menghapus cookie pihak ketiga, beberapa pengiklan menyatakan kekhawatiran bahwa ini dapat berdampak negatif pada bisnis mereka.

Baca Juga: Agar Tetap Aman, Yuk Segera Update Google Chrome Kamu

Chrome Google, sebagai peramban internet paling populer di dunia, mengikuti jejak pesaingnya seperti Safari Apple dan Mozilla Firefox yang telah menyertakan opsi serupa. Google mengumumkan bahwa pengguna secara acak akan diminta apakah mereka ingin 'menjelajah dengan lebih banyak privasi'.

Dikutip dari Bbc.com, Selasa (9/1/2024), Anthony Chavez, wakil presiden Google, menegaskan bahwa jika sebuah situs tidak berfungsi tanpa cookie pihak ketiga, pengguna dapat memilih untuk sementara waktu mengaktifkan kembali cookie tersebut untuk situs tertentu.

Meskipun langkah ini diambil untuk meningkatkan privasi online, banyak situs web menganggap cookie sebagai bagian integral dari pendapatan iklan mereka. Cookie dapat merekam berbagai informasi, termasuk aktivitas di situs, lokasi, perangkat yang digunakan dan perilaku online selanjutnya.

Sebagai respons terhadap perubahan ini, Phil Duffield dari The Trade Desk menyatakan kekhawatiran bahwa solusi Google, yaitu Kotak Pasir Privasi Chrome, mungkin hanya menguntungkan Google sendiri.

Ia menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara melindungi privasi konsumen dan memastikan penerbit dapat tetap mendapatkan pendapatan.

Pihak berwenang, seperti Otoritas Persaingan dan Pasar di Inggris, memiliki kewenangan untuk memblokir rencana ini jika dianggap merugikan bisnis lain. Industri periklanan saat ini berusaha membangun solusi yang lebih baik sambil tetap memperhatikan privasi konsumen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.