ByteDance Diam-diam Gunakan Teknologi OpenAI untuk Ciptakan Pesaing ChatGPT

AKURAT.CO - ByteDance, perusahaan induk TikTok, diselidiki karena menggunakan teknologi rahasia dari OpenAI untuk membangun model bahasa besar (LLM) yang mirip dengan GPT-3.
Dikutip dari Theverge.com, Minggu (17/11/2023), mereka mengandalkan OpenAI API untuk proyek yang diberi kode nama 'Project Seed'.
Dalam percakapan di platform komunikasi internal, Lark, ByteDance disebut menggunakan teknik 'desensitisasi data' untuk menyembunyikan bukti penggunaan OpenAI. Akibatnya, OpenAI menangguhkan akun ByteDance setelah menemukan penggunaan yang tidak mematuhi kebijakan.
Baca Juga: Google Rilis AI Gemini Ultra, Diklaim Lebih Pintar dari ChatGPT
Meskipun ByteDance belum memberikan tanggapan resmi terhadap laporan ini, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa semua pelanggan harus mematuhi kebijakan penggunaan teknologi mereka. Jika ditemukan pelanggaran, OpenAI akan meminta perubahan atau menghentikan akun pengguna.
Laporan juga menyebutkan dugaan pelanggaran lisensi pengembang Microsoft dan OpenAI oleh ByteDance. Mereka diduga menggunakan data yang dihasilkan oleh GPT untuk melatih model pesaing di Tiongkok.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius tentang etika dan kepatuhan terhadap peraturan penggunaan teknologi AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








