Akurat

Fakta-fakta Pemecatan Pencipta ChatGPT Sam Altman, Ini Sebabnya

Rahma Maulidia | 27 November 2023, 12:49 WIB
Fakta-fakta Pemecatan Pencipta ChatGPT Sam Altman, Ini Sebabnya

AKURAT.CO - Belum lama ini, CEO OpenAI bernama Sam Altman dilaporkan telah dipecat dari perusahaan yang ia dirikan. Kepergian bos perusahaan yang menciptakan ChatGPT itu secara tiba-tiba menimbulkan banyak pertanyaan hingga berbagai spekulasi di mata publik.

Anehnya, sejak kepergian Altman yang dinyatakan belum sampai 24 jam, OpenAI justru ingin membawanya bekerja kembali. Kini, Sam dikabarkan telah kembali ke OpenAI. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut fakta-faktanya:

Alasan Sam Altman Dikeluarkan

Sam Altman merupakan salah satu pendiri asli OpenAI yang bergabung sebagai CEO pada tahun 2019. Kemudian, perusahaan ini meluncurkan chatbot bernama ChatGPT yang hanya dalam waktu singkat berhasil menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat sepanjang masa.

Setelah 4 tahun bersama, Sam Altman resmi dipecat dari masa jabatannya sebagai CEO OpenAI pada Jumat (17/11/2023). Hal ini tentu mengejutkan berbagai pihak atas caranya dikeluarkan dan apa yang disampaikan oleh dewan perusahaan dalam pengumumannya.

“Kepergian Altman mengikuti proses peninjauan yang disengaja dengan kesimpulan bahwa ia tidak secara konsisten jujur dalam komunikasinya dengan dewan, menghambat kemampuannya untuk melaksanakan tanggung jawabnya,” kata OpenAI yang dikutip melalui blog resminya, Senin (20/11/2023).

Selain itu, para dewan juga menyatakan bahwa mereka sudah tidak lagi percaya terhadap kemampuan Altman untuk terus memimpin OpenAI. Pernyataan ini menimbulkan banyak spekulasi yang tersebar di media sosial, mulai dari kalangan industri teknologi hingga masyarakat dunia.

Tidak lama kemudian, Altman membuka suara dalam postingannya melalui platform X pada Sabtu (18/11/2023). Meski begitu, unggahan tersebut nyatanya tidak menjawab dengan jelas terkait permasalah yang sedang terjadi.

Baca Juga: OpenAI ChatGPT Pecat Penciptanya, Microsoft Langsung Rekrut Sam Altman

Presiden OpenAI Berhenti

Dalam hari yang sama, dewan OpenAI juga mengumumkan bahwa presiden perusahaan bernama Greg Brockman dipecat sebagai ketua dewan. Namun, ia dikabarkan masih tetap bekerja dalam perannya yang lain.

Sementara itu, Brockman justru mengumumkan secara pribadi melalui postingan di X bahwa dirinya resmi keluar dari perusahaan OpenAI.

Dituding Fokus Keuntungan

Greg Brockman buka suara terkait masalah yang terjadi menurut versinya, di mana sebelumnya Altman menerima sebuah pesan teks tentang pertemuan keesokan harinya. Dalam pertemuan tersebut, Altman dipecat oleh seluruh dewan perusahaan yang hadir kecuali Brockman.

Ketidakhadiran Brockman disebabkan karena ia juga dipecat dari dewan perusahaan, akan tetapi ia masih dipertahankan dalam perannya yang lain di OpenAI.

Di sisi lain, jurnalis teknologi bernama Kara Swisher melaporkan bahwa Sam Altman dipecat karena adanya ketidakselarasan antara sisi nirlaba OpenAI dengan sisi nirlaba lainnya. Hal ini karena awal mula perusahaan didirikan sebagai organisasi nirlaba dengan etos sumber yang lebih terbuka. 

Namun, sejak kepemimpinan Altman diduga lebih fokus pada keuntungan dan pengembangan produk daripada isu-isu tentang keamanan AI.

Karyawan OpenAI Protes

Para karyawan OpenAI menyuarakan aksi protes atas ketidaksetujuan mereka terhadap pemecatan Altman. Bahkan beberapa dari mereka memberi dukungan secara terang-terangan untuk mantan CEO perusahaan melalui media sosial.

Selain itu, tiga peneliti senior OpenAI ikut mengundurkan diri dari perusahaan yang terdiri dari direktur penelitian Jakub Pachocki, kepala tim Aleksander Madry dan peneliti senior Syzmon Sidor.

OpenAI Ingin Altman Kembali

Setelah Sam Altman dipecat oleh dewan OpenAI, ternyata menimbulkan rasa ketidaksenangan dari para investor besar seperti Microsoft. Oleh karena itu, mereka mendorong dewan direksi perusahaan untuk membawa mantan CEO kembali.

Bahkan kurang dari 24 jam usai pemecatan, dewan OpenAi dikabarkan telah menghubungi Altman untuk bekerja kembali ke perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.