Akurat

10 Alasan Mengapa SMS Tak Lagi Diminati

| 25 September 2023, 10:04 WIB
10 Alasan Mengapa SMS Tak Lagi Diminati

AKURAT.CO Pada awal tahun 2000-an, pesan teks atau SMS (Short Message Service) adalah salah satu inovasi terbesar dalam komunikasi.

Ini adalah cara yang praktis dan efisien untuk berbicara dengan teman, keluarga atau rekan kerja tanpa harus melakukan panggilan suara.

Namun, seiring berjalannya waktu, minat dalam SMS mulai menurun. Berikut ini beberapa alasan mengapa SMS tidak lagi diminati seperti dulu.

Alasan Mengapa SMS Tidak Diminati Lagi

1. Aplikasi Pesan Lainnya
 
Salah satu alasan utama mengapa SMS tidak lagi diminati adalah munculnya aplikasi pesan yang lebih canggih dan berfitur lengkap. Aplikasi seperti WhatsApp, Facebook Messenger, iMessage, dan Telegram menawarkan lebih dari sekadar teks. Aplikasi modern tersebut memungkinkan pengguna untuk mengirim gambar, video, pesan suara, dan bahkan membuat panggilan video secara gratis. Fitur-fitur yang terdapat didalamnya juga membuat pengalaman berkomunikasi lebih kaya dan menarik. Selain itu, aplikasi pesan sering memiliki kelebihan seperti grup chatting, pemberitahuan yang dapat disesuaikan, dan kemampuan untuk berinteraksi dengan konten media sosial lainnya. Semua ini membuat SMS terasa ketinggalan zaman dalam hal fungsionalitas.

2. Biaya Data yang Terjangkau
 
Dulu, SMS sering digunakan karena panggilan suara bisa sangat mahal, terutama saat berbicara dengan orang di luar negeri. Namun, dengan kemajuan teknologi seluler, biaya data menjadi lebih terjangkau. Hal ini membuat pengguna dapat menggunakan aplikasi pesan yang menggunakan data seluler atau Wi-Fi tanpa harus khawatir tentang biaya tambahan. Sebagai hasilnya, SMS yang sebelumnya dianggap sebagai cara hemat biaya tidak lagi menjadi pilihan yang menarik.
 

3. Keamanan dan Enkripsi
 
Beberapa aplikasi pesan populer menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada SMS. Mereka menggunakan enkripsi end-to-end, yang berarti pesan hanya dapat dibaca oleh penerima yang dituju. Ini menambahkan lapisan keamanan yang signifikan, terutama dalam konteks privasi dan kerahasiaan data. Saat privasi semakin penting bagi pengguna, aplikasi pesan yang menawarkan tingkat keamanan ini menjadi pilihan utama. Di sisi lain, SMS tidak menawarkan tingkat perlindungan yang sama terhadap intersepsi pesan oleh pihak ketiga.

4. Kemampuan untuk Berbagi Media
 
Dalam dunia yang semakin terkoneksi dan visual, kemampuan untuk berbagi media seperti gambar, video, dan stiker telah menjadi sangat penting dalam komunikasi. SMS memiliki batasan dalam hal ini. Meskipun beberapa operator seluler memungkinkan pengiriman gambar melalui MMS (Multimedia Messaging Service), tetapi proses ini sering kali mahal dan tidak selalu berfungsi dengan baik. Aplikasi pesan modern telah mengatasi masalah ini dengan cara yang lebih baik, memungkinkan pengguna untuk berbagi media dengan mudah dan efisien.

5. Fitur Pengiriman Pesan Cepat
 
Aplikasi pesan seperti WhatsApp memiliki fitur pengiriman pesan yang cepat dan dapat diandalkan. Pesan dikirim dengan cepat dan dapat diakses dengan mudah, bahkan di berbagai perangkat. Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk menjalani percakapan yang mulus dan waktu nyata, tanpa keterlambatan atau masalah dalam pengiriman pesan. SMS, di sisi lain, bisa menghadapi masalah dengan pengiriman yang tertunda atau bahkan gagal terkirim.
 
Baca Juga: 3 Cara Menghentikan Spam SMS Yang Mengganggu

6. Ketersediaan Wi-Fi
 
Ketersediaan jaringan Wi-Fi yang luas juga telah berperan besar dalam mengurangi minat pada SMS. Ketika berada di jaringan Wi-Fi, pengguna dapat dengan mudah menggunakan aplikasi pesan tanpa harus mengandalkan data seluler. Hal ini tidak hanya lebih hemat biaya, tetapi juga menghasilkan pengalaman yang lebih lancar dan stabil dalam berkomunikasi.

7. Integrasi Media Sosial 
 
Aplikasi pesan sering terintegrasi dengan platform media sosial lainnya, seperti Facebook dan Instagram. Ini memungkinkan pengguna untuk berbagi konten dan informasi dari media sosial mereka langsung melalui pesan tanpa harus mengakses aplikasi media sosial terpisah. Kemampuan ini membuat aplikasi pesan menjadi pusat komunikasi yang lengkap dan praktis.

8. Perkembangan Teknologi Voice dan Video Call
 
Selain pesan teks, kemampuan untuk melakukan panggilan suara dan video melalui aplikasi pesan telah menjadi sangat populer. Hal ini menggantikan panggilan suara tradisional yang sering lebih mahal. Pengguna sekarang dapat berbicara dengan teman atau keluarga mereka dengan suara yang jernih dan melihat wajah mereka melalui panggilan video, semua melalui aplikasi pesan yang sama. Ini adalah salah satu alasan mengapa SMS mulai ditinggalkan dalam konteks komunikasi yang lebih kaya.

9. Ketersediaan Aplikasi Pesan Alternatif
 
Ketersediaan berbagai aplikasi pesan alternatif telah memberikan pilihan kepada pengguna. Mereka dapat memilih aplikasi pesan yang sesuai dengan preferensi mereka dalam hal fitur, keamanan, dan desain antarmuka. Ini menciptakan persaingan yang sehat di antara aplikasi pesan, dengan masing-masing berusaha untuk menarik pengguna dengan fitur-fitur terbaru dan peningkatan yang lebih baik.

10. Evolusi Kebutuhan Komunikasi
 
Perubahan dalam cara kita berkomunikasi juga memainkan peran penting dalam menurunnya minat dalam SMS. Sekarang, komunikasi melalui pesan teks seringkali digunakan untuk pesan-pesan singkat dan praktis. Untuk percakapan yang lebih mendalam, pengguna sering beralih ke media sosial, panggilan suara, atau aplikasi pesan yang lebih canggih. Dengan kata lain, evolusi kebutuhan komunikasi telah membuat SMS terasa kurang relevan dan kurang diminati di masa ini.

Meskipun SMS pernah menjadi revolusi dalam komunikasi, perubahan teknologi dan evolusi kebutuhan pengguna telah membuatnya semakin tidak diminati. Aplikasi pesan modern menawarkan lebih banyak fitur, keamanan yang lebih baik, dan kemampuan berbagi media yang lebih baik.
 
Hal ini bukanlah akhir dari SMS, tetapi menggambarkan bagaimana teknologi terus berubah dan beradaptasi dengan cara kita berkomunikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Editor
Wahyu SK