Akurat

Para Ilmuwan Ubah Kotoran Manusia Jadi Bahan Bakar Nabati yang Terbarukan

| 16 November 2018, 17:22 WIB
Para Ilmuwan Ubah Kotoran Manusia Jadi Bahan Bakar Nabati yang Terbarukan

AKURAT.CO, Sebuah tim peneliti dari Universitas Ben Gurion Israel di Negev (BGU) telah menunjukkan untuk pertama kalinya sebuah teknik mengubah kotoran manusia menjadi hydrochar. Hydrochar sendiri adalah sebuah bahan bakar biomassa terbarukan yang aman, yang menyerupai arang-serta pupuk yang kaya nutrisi.

Menurut tim, proses ini berpotensi mengatasi dua masalah besar yang mempengaruhi banyak sanitasi negara-negara miskin dan kebutuhan energi yang terus meningkat.

Sementara akses ke pengolahan limbah di seluruh dunia telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 2,3 miliar orang masih kekurangan layanan sanitasi dasar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 892 juta orang kebanyakan tinggal di daerah pedesaan masih buang air besar di tempat yang terbuka.

"Ekskresi manusia dianggap berbahaya karena potensi mereka untuk menularkan penyakit," kata Amit Gross, dari Departemen Hidrologi Lingkungan dan Mikrobiologi di BGU.

"Meskipun kaya nutrisi bahan organik seperti nitrogen, fosfor dan kalium, kotoran manusia juga mengandung mikropolutan dari obat-obatan, yang dapat menyebabkan masalah lingkungan jika tidak dibuang atau digunakan kembali dengan benar,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Kelangkaan energi juga menjadi masalah di wilayah ini. Sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia menggunakan biomassa padat seperti kayu yang diubah menjadi arang dan kemudian digunakan untuk memasak dan memanaskan. Namun, praktik-praktik ini memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan, berkontribusi terhadap polusi udara, emisi gas rumah kaca, deforestasi dan erosi tanah,” jelasnya.

Sehingga,kata Gross, dengan memperlakukan kotoran manusia dengan benar, maka dapat mengatasi kedua masalah sekaligus.

Dalam sebuah studi percontohan yang diterbitkan dalam Journal of Cleaner Production, para peneliti menjelaskan bagaimana mereka menggunakan teknik yang disebut "karbonisasi hidrotermal" untuk memanaskan limbah padat mentah dalam "tekanan memasak", khusus untuk tiga suhu yang berbeda (180, 210 dan 240 derajat Celsius) untuk periode 30, 60 atau 120 menit.

Menciptakan zat seperti batu bara padat yang dikenal sebagai hidrokar yang dapat digunakan untuk memasak. Selain itu, cairan kaya nutrisi diproduksi yang dapat digunakan sebagai pupuk. Tahun lalu, para peneliti BGU melakukan penelitian serupa menggunakan kotoran unggas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.