Akurat

Lubang Ozon di Atas Antartika Terus Menutup

Khaerul S | 7 Januari 2018, 11:20 WIB
Lubang Ozon di Atas Antartika Terus Menutup

AKURAT.CO, Lubang lapisan ozon yang muncul di atas Antartika pada 1980-an telah menyusut berkat larangan penggunaan bahan kimia yang merusak ozon.

Riset menemukan bahwa level klorin yang merusak dengan cepat menurun di atmosfer bumi. Ini merupakan indikator langsung bahwa lapisan pelindung Bumi sudah membaik.

Tahun lalu, citra satelit menunjukkan lubang ozon mulai menutup, dengan beberapa pakar memperkirakan lubang itu akan sepenuhnya tertutup pada 2060. Hingga sekarang, tidak jelas apakah ini sebagai hasil protokol Montreal, inisiatif 1989 untuk melarang bahan kimia perusak ozon yang disebut chloro-flurocarbons (CFC).

“Semua ini bukti bahwa Protokol Montreal bekerja, khlorin berkurang di stratosfer Antartika, dan kerusakan ozon menurun seiring dengan itu,” papar para peneliti yang dipimpmin Dr Susan Strahan dari Goddard Space Flight Centre, NASA, di Greenbelt, Maryland, dikutip Daily Mail (5/1).

Lapisan ozon di Bumi bertindak seperti tabir surya, melindungi planet ini dari radiasi sinar ultraviolet matahari yang berbahaya. Radiasi ultraviolet dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan rusaknya satwa liar.

Selama 1980-an, para peneliti mengetahui lubang ozon terbentuk di lapisan pelindung yang diduga akibat penggunaan CFC secara global. CFC banyak digunakan di aerosol, lemari es, pendingin udara dan bahan kemasan hingga ada protokol Montreal.

CFC melepas atom khlorin saat terkena radiasi ultaviolet di stratosfer. Khlorin itulah yang merusak molekul ozon di atmosfer.

Sejak 2005, NASA terus memonitor lubang di lapisan ozon itu dengan satelit Aura. Penipisan ozon terjadi pada suhu dingin, sehingga bervariasi sesuai perubahan cuaca setiap tahun. Perubahan berkala itu pun sulit dipelajari.

Riset sebelumnya menggunakan analisis statistik perubahan yang terjadi pada ukuran lubang ozon. Dengan pengamatan itu peneliti menemukan bahwa penipisan ozon terus berkurang.

Studi baru menggunaka nAura yang membaca komposisi bahan kimia di lubang itu, menemukan lubang itu menyusut ukurannya karena berkurangnya level CFC di atmosfer. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S