Akurat

Setelah Hapus Pemeriksa Fakta, Meta Hapus Kebijakan Sensor dan Promosikan Kebebasan Berbicara

Petrus C. Vianney | 10 Januari 2025, 20:50 WIB
Setelah Hapus Pemeriksa Fakta, Meta Hapus Kebijakan Sensor dan Promosikan Kebebasan Berbicara

AKURAT.CO Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram dan Threads, mengumumkan perubahan besar pada kebijakan moderasi kontennya.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa pihaknya akan menghapus pemeriksa fakta, mengurangi sensor secara signifikan dan merekomendasikan lebih banyak konten politik di platformnya.

Zuckerberg menegaskan komitmennya untuk mendukung kebebasan berbicara, khususnya menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

Ia mengatakan, pemeriksa fakta akan digantikan dengan sistem catatan komunitas serupa dengan pendekatan yang digunakan oleh platform X (sebelumnya Twitter).

"Pemeriksa fakta Meta terlalu bias secara politik dan telah menghancurkan lebih banyak kepercayaan daripada yang mereka ciptakan," ujarnya, dikutip dari Theguardian.com, Jumat (10/1/2025).

Zuckerberg mengakui bahwa perubahan ini akan mengurangi kemampuan Meta untuk menangkap konten negatif, tetapi menurutnya, kebijakan sensor saat ini telah menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaat.

Ia juga mengkritik pemeriksa fakta yang dianggap terlalu bias secara politik dan menyebut tim moderasi konten akan dipindahkan dari California ke Texas untuk menghindari potensi bias.

Selain itu, Zuckerberg menyatakan Meta akan melonggarkan pembatasan pada topik sensitif seperti gender dan imigrasi, serta mendukung upaya mantan Presiden AS Donald Trump dalam melawan regulasi yang dianggap menghambat kebebasan berbicara.

Tanggapan dan Tantangan Global

Dewan Pengawas Meta menyambut baik langkah ini namun menekankan pentingnya keterlibatan pihak luar dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, pemerintah Inggris melalui Undang-Undang Keamanan Online tetap mengawasi dampak perubahan ini, terutama dalam memastikan konten berbahaya bagi anak-anak tetap dihapus.

Dampak Kebijakan Baru

Zuckerberg menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa filter konten Meta akan difokuskan pada pelanggaran ilegal atau berkategori berat.

Dengan perubahan ini, Meta berharap dapat menciptakan platform yang lebih terbuka untuk diskusi publik tanpa mengabaikan keamanan pengguna.

Namun, perubahan ini juga menghadirkan risiko, termasuk potensi penyebaran konten negatif.

Meta kini mengandalkan kontribusi pengguna untuk memoderasi konten, sebuah pendekatan yang akan terus diawasi oleh berbagai pihak di tingkat global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.