Pengguna X Akan Dikenai Biaya untuk 'Ngetweet'

AKURAT.CO Pemilik platform media sosial Twitter yang sekarang menjadi X, Elon Musk, baru saja mengumumkan aturan baru yang akan diberlakukan.
"Sayangnya, sedikit biaya untuk akses tulis pengguna baru adalah satu-satunya cara untuk mengekang serangan bot yang tiada henti," tulis Musk di akun X-nya, Jumat (19/4/2024).
Mulai ke depan, pengguna Twitter akan diharuskan membayar untuk menggunakan layanan atau 'ngetwit'. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap serangan bot yang terus menerus mengganggu pengalaman pengguna.
Menurut Musk, kebijakan tersebut merupakan solusi untuk mengendalikan serangan bot dan spam yang sering mengganggu di platform. Langkah ini sudah diujicobakan sejak Oktober 2023 dengan biaya langganan sebesar $1 (sekitar Rp 15.000) per tahun.
Kebijakan ini akan memengaruhi pengguna baru yang ingin mengakses fitur dasar seperti membuat tweet, membalas, memberi like dan menyimpan postingan. Fitur langganan ini yang disebut 'Not-A-Bot', saat ini sedang diuji coba di Selandia Baru dan Filipina.
Baca Juga: Login Twitter Kini Menjadi Lebih Mudah dengan Face ID dan Touch ID
Meskipun uji coba telah berlangsung, belum ada informasi resmi tentang efektivitasnya dalam mengurangi akun bot di platform.
Musk tidak memberikan rincian tentang biaya resmi yang akan dikenakan kepada pengguna baru, namun, pengguna yang menolak membayar langganan akan dibatasi aksesnya selama tiga bulan.
Meskipun saat ini pengguna baru masih dapat membuat akun tanpa biaya langganan, beberapa pengguna telah melaporkan perubahan dalam kebijakan platform.
Musk mengklaim bahwa biaya langganan akan membuat manipulasi sistem oleh akun bot menjadi 1.000 kali lebih sulit. Namun, ada skeptisisme terhadap keberhasilan langkah ini dalam menangani masalah bot di platform.
Meskipun Twitter telah berhasil menghapus 90 persen akun palsu, masih ada tantangan besar dalam menangani akun bot yang lolos dari sistem verifikasi. Banyak ahli bahkan meragukan kemungkinan penyelesaian total terhadap masalah ini.
Selain itu, ada spekulasi bahwa penarikan biaya langganan merupakan upaya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan atau membantu Musk keluar dari utang.
Namun, Twitter menegaskan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan upaya dalam mengurangi spam dan bot, bukan untuk mendapatkan keuntungan tambahan.
Sejak dibeli oleh Elon Musk pada November 2022, Twitter telah mengalami perubahan signifikan. Namun, tujuan utama dari langkah ini tetap untuk meningkatkan kualitas platform dan mengurangi gangguan yang disebabkan oleh akun bot dan spam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









