Microsoft Umumkan Game Eksklusif Xbox Akan Tersedia di Konsol Lain

AKURAT.CO - Microsoft telah mengumumkan bahwa beberapa game eksklusif Xbox akan segera dapat dimainkan di konsol saingannya.
CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, mengonfirmasi dalam Podcast Xbox Resmi bahwa empat game Xbox tidak akan lagi menjadi eksklusif, memungkinkan pemain untuk mengaksesnya di platform lain.
Spencer tidak memberikan detail spesifik tentang game-game tersebut, namun menyatakan bahwa dua di antaranya akan bersifat komunitas, sedangkan dua lainnya akan menjadi judul yang lebih kecil. Dia juga mengklarifikasi bahwa judul Bethesda milik Microsoft, Starfield dan Indiana Jones, tidak termasuk dalam daftar ini.
Keputusan Microsoft ini menandai perubahan strategi perusahaan dalam hal eksklusivitas game. Spencer mencatat bahwa eksklusivitas untuk satu perangkat keras akan menjadi semakin jarang di masa depan, dengan perusahaan lebih memilih untuk membuat game tersedia secara luas di berbagai platform.
Langkah ini sejalan dengan layanan berlangganan Microsoft, 'Game Pass', yang telah menjadi semacam Netflix untuk video game. Akuisisi terbaru Microsoft atas Activision Blizzard juga memberikan dorongan besar bagi layanan ini, dengan game Diablo IV menjadi yang pertama dari Activision Blizzard yang akan tersedia di Xbox Game Pass mulai 28 Maret.
Dikutip dari Apnews.com, Minggu (18/02/2024), Presiden Xbox, Sarah Bond, menyatakan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Microsoft untuk membuat pengalaman Xbox dan game yang dibuatnya dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang.
Perusahaan berharap untuk mendapatkan peningkatan signifikan dengan adanya game-game blockbuster dari Activision Blizzard, seperti Call of Duty dan Overwatch, yang akan bergabung dengan portofolio Xbox.
Pendapatan terkait Xbox telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama setelah akuisisi Activision Blizzard.
Pendapatan untuk bisnis komputasi pribadi yang dipimpin oleh Microsoft Windows, termasuk game dan layanan Xbox, mencapai $16,89 miliar (Rp 264,4 triliun) pada kuartal keempat tahun 2023, menandai pertumbuhan sebesar 19 persen.
Meskipun pembelian Activision Blizzard senilai $69 miliar (Rp 1 kuadriliun) oleh Microsoft telah menimbulkan kekhawatiran tentang persaingan usaha, perusahaan Redmond, Washington ini telah menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk membuat game Activision dapat diakses oleh lebih banyak orang di berbagai platform, bukan untuk menghilangkan mereka dari konsol saingan atau menawarkan versi yang kurang baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








