Microsoft dan OpenAI Ungkap Peretas Gunakan ChatGPT untuk Tingkatkan Serangan Siber

AKURAT.CO - Microsoft dan OpenAI telah mengungkapkan bahwa peretas telah mulai memanfaatkan teknologi ChatGPT untuk meningkatkan serangan siber mereka.
Dalam sebuah penelitian terbaru, kelompok peretas dari berbagai negara seperti Rusia, Korea Utara, Iran dan Cina telah terlihat menggunakan model bahasa ini untuk berbagai tujuan jahat, mulai dari merancang skrip hingga membangun teknik rekayasa sosial.
Dikutip dari Theverge.com, Kamis (15/02/2024), kelompok Strontium yang terkait dengan intelijen militer Rusia, menggunakan ChatGPT untuk memahami protokol komunikasi satelit dan teknologi radar.
Baca Juga: Dilengkapi GPT-4, Microsoft Copilot Kini Tersedia Gratis di iPhone dan iPad
Sementara itu, kelompok peretas Korea Utara, Thallium, memanfaatkan teknologi ini untuk mencari kerentanan dan menyusun konten phishing, sedangkan kelompok Curium dari Iran menggunakan ChatGPT untuk menciptakan email phishing yang sulit dideteksi oleh antivirus.
Microsoft dan OpenAI mengingatkan bahwa meskipun serangan menggunakan kecerdasan buatan seperti ChatGPT masih terbatas, namun kasus penggunaan yang lebih canggih seperti peniruan suara dapat menjadi ancaman di masa depan.
Untuk menghadapi tantangan ini, Microsoft sedang mengembangkan solusi AI seperti Copilot Keamanan untuk membantu profesional keamanan siber dalam mengidentifikasi dan merespons pelanggaran keamanan.
Inisiatif ini datang setelah serangan besar terhadap cloud Azure Microsoft dan mata-mataan oleh peretas Rusia terhadap eksekutif Microsoft. Dengan semakin kompleksnya ancaman siber, upaya untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam melawan serangan siber juga semakin meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









