SEC Meluncurkan Gugatan Penyelidikan Atas Pembelian Twitter Oleh Elon Musk

AKURAT.CO United States Securities and Exchange Commission (SEC) telah meluncurkan penyelidikan kepada Elon Musk pada Kamis, (5/10/2023) kemarin. Penyelidikan tersebut atas dasar pembelian Twitter pada tahun 2022 lalu.
Penyelidikan ini difokuskan pada apakah Musk melanggar hukum federal sekuritas saat membeli saham di Twitter, serta pernyataan dan pengajuan SEC yang dia buat terkait kesepakatan tersebut.
SEC juga sedang menyelidiki apakah ada yang melakukan penipuan sekuritas dalam pembelian saham Twitter tahun lalu ketika Musk membeli saham di perusahaan tersebut. Penyelidikan ini memperburuk perselisihan yang berlangsung lama antara SEC dan Musk.
Sebelumnya, pada tahun 2018, SEC menuduh Musk melakukan penipuan sekuritas karena tweet yang menyesatkan tentang mengambil Tesla menjadi perusahaan swasta dengan harga $420 per saham.
Baca Juga: Starlink, Internet Satelit Elon Musk Hadir Di Indonesia Awal 2024
Keluhan SEC mengatakan bahwa Musk tidak membahas persyaratan kesepakatan tertentu dengan mitra pendanaan potensial, dan dia diduga tahu bahwa transaksi potensial tersebut tidak pasti dan tergantung pada banyak hal.
Musk membeli Twitter setelah awalnya membangun saham minoritas besar di platform media sosial tersebut, yang pertama kali diungkapkan pada April 2022.
Musk terlambat dalam pengajuan pengungkapan dan awalnya mengindikasikan dia berencana menjadi pemegang saham pasif, yang berarti dia tidak berencana untuk mengambil alih Twitter atau mempengaruhi keputusan manajemen.
Beberapa hari kemudian, Musk menerima dan kemudian menolak kursi dewan di Twitter. Pada akhir April, dia mengumumkan rencana untuk membeli perusahaan seharga $44 miliar tetapi kemudian mencoba keluar dari kesepakatan, dengan mengklaim Twitter tidak mengungkapkan seluruh aktivitas bot di platformnya.
Baca Juga: 5 Pengakuan Mengejutkan Elon Musk Dalam Biografinya
Dihadapkan dengan persidangan yang mencoba memaksa dia menyelesaikan kesepakatan, Musk menyelesaikan akuisisi pada Oktober tahun lalu.
Namun, SEC meragukan apakah Musk mengajukan dokumen yang tepat terkait kepemilikan sahamnya di Twitter. SEC juga sedang menyelidiki apakah ada yang melakukan penipuan sekuritas dalam pembelian saham Twitter tahun lalu ketika Musk membeli saham di perusahaan tersebut.
SEC telah memanggil Musk untuk memberikan kesaksian di kantor SEC di San Francisco, tetapi Musk tidak hadir untuk memberikan kesaksian sesuai dengan subpoena Mei meskipun setuju untuk datang bulan lalu.
Penyelidikan ini menunjukkan bahwa SEC sangat serius dalam menegakkan hukum dan mengawasi pasar modal. SEC akan terus memantau dan mengawasi aktivitas pasar modal untuk memastikan bahwa semua pihak mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







