Starlink, Internet Satelit Elon Musk Hadir Di Indonesia Awal 2024

AKURAT.CO Konstelasi internet berbasis satelit, Starlink dikabarkan akan mulai masuk ke Indonesia. Hal ini dikonfirmasi melalui postingan IG Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi.
Dalam unggahannya itu, Budi mengatakan Starlink akan mulai beroperasi di Indonesia awal 2024 mendatang dan harus menggunakan IP address Indonesia. Sebelumnya, isu masuknya Starlink di Indonesia telah berhembus saat website peta ketersediaan Starlink memberi Informasi jika di Indonesia akan beroperasi pada 2024.
Starlink menargetkan layanan di wilayah Anda mulai tahun 2024. Ketersediannya tergantung pada persetujuan peraturan. Dalam setiap wilayah cakupan, pesanan dipenuhi berdasarkan siapa yang datang lebih dulu dilayani.
Baca Juga: Begini Penjelasan Kemenkominfo Soal Izin Hak Labuh Starlink di Indonesia
"Stralink beroperasi di sini awal 2024, Wajib Pakai IP Address Indonesia," tulis Budi dalam unggahannya dikutip Sabtu (7/10/2023).
Apa itu Starlink?
Starlink merupakan konstelasi satelit internet yang dioperasikan oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk untuk menyediakan sistem komunikasi internet berbasis satelit ke berbagai penjuru bumi.
Starlink beroperasi di orbit rendah bumi atau yang disebut dengan Low Earth Orbit. Orbit rendah bumi inilah yang biasa digunakan orang-orang di pedesaan atau daerah yang tidak memiliki akses internet karena tidak terdapat fiber optik.
Pengembangan jaringan Starlink ini dimulai pada 2015 dengan satelit prototipe pertama diluncurkan ke orbit pada 2018. Hingga saat ini, perusahaan yang dimiliki oleh bos Tesla itu telah meluncurkan sekitar 2.759 satelit.
Pengembangan internet berbasis satelit ini bertujuan untuk menjual akses internet kepada orang-orang yang belum memiliki akses ke broadband kecepatan tinggi, seperti masyarakat di pedalaman.
Kecepatan internet Starlink sendiri diperkirakan mencapai 100 Mbps untuk mengunduh. Bahkan di Amerika Serikat, kecepatan mengunduh bisa mencapai 105 Mbps.
Kini layanan internet Starlink sudah mencakup kebutuhan konsumen perumahan dan bisnis serta sudah mendukung konektivitas internet di perjalanan laut dan penerbangan.
Starlink sendiri sebenarnya sudah memasuki wilayah Indonesia, hanya saja tidak melayani pasar ritel, melainkan hanya melayani pelanggan korporat alias business to business (B2B) yang bekerja sama dengan anak usaha Telkom, yaitu Telkomsat.
Pihak Starlink telah melakukan pertemuan dengan Kominfo terkait masuknya Starlink ke Indonesia beberapa waktu lalu. Namun Starlink menyampaikan keinginannya untuk berbisnis over-the-top (OTT) yakni bisnis tanpa mempekerjakan pegawai dalam negeri.
Hal ini tentu menjadi dilema, karena seharusnya pembukaan perusahaan di Indonesia dapat menyerap para pegawai lokal. Saat itu, Dirjen PPI Wayan Toni mengaku masih harus mendiskusikan hal tersebut.
“Ya masalahnya sekarang prose ini Starlink masih ingin seperti OTT, dia ingin bisnis tapi tidak mau ada pegawai di Indonesia. Itu masih didiskusikan lebih lanjut”, jelasnya seperti dikutip melalui CNBC Indonesia. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








