Akurat

Ancaman Siber Pada UMKM Indonesia Meningkat Di Paruh Pertama 2023

Petrus C. Vianney | 18 September 2023, 19:42 WIB
Ancaman Siber Pada UMKM Indonesia Meningkat Di Paruh Pertama 2023

AKURAT.CO - Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menggeliat dengan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama. 

Data baru-baru ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada triwulan II tahun 2023 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. UMKM yang menyumbang 99 persen pelaku usaha di Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian negeri ini. 

Namun, bayang-bayang ancaman siber semakin menghantui UMKM, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkapkan bahwa penjahat siber terus mengincar sektor ini dengan taktik-taktik canggih.

Baca Juga: Serangan Siber Menargetkan Gamer Muda Naik 57 Persen Pada 2022

Para peneliti Kaspersky sebanyak 730 karyawan UMKM di Indonesia telah menjadi korban malware atau perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi bisnis, antara Januari hingga Juni 2023. 

Meskipun angka ini turun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menjadi perhatian serius. Malware yang dapat mencakup trojan dan virus dapat merusak perangkat dan jaringan, bahkan membahayakan data pelanggan dan karyawan.

Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah file unik yang digunakan oleh penjahat siber meningkat 123,73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Kaspersky juga berhasil memblokir lebih dari 11.969 file berbahaya yang menargetkan UMKM di Indonesia selama paruh pertama tahun 2023 yang meningkat sebesar 83,18 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Software Bajakan Picu Serangan Siber, BSSN Wanti-wanti Admin Medsos

"Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang sangat besar di Indonesia, sektor UMKM kini harus membangun pertahanan siber lebih dari sebelumnya. Penting bagi pemilik bisnis, sebagai langkah awal, untuk memetakan tanyangan atau gangguan yang mereka hadapi terkait keamanan siber," ujar Yeo Siang Tiong selaku General Manager Asia Tenggara di Kaspersky, dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Senin (19/9/2023). 

Ia menambahkan bahwa UMKM perlu meningkatkan pertahanan siber mereka. Disarankan pemilik bisnis untuk memetakan potensi gangguan terkait keamanan siber, menerapkan kebijakan pengendalian karyawan dan memahami tindakan yang dapat diambil untuk melindungi bisnis mereka, baik secara mandiri maupun kolaboratif.

Karena penjahat siber menargetkan UMKM dengan segala jenis ancaman, mulai dari malware yang menyamar sebagai perangkat lunak bisnis hingga phishing dan penipuan email yang rumit. Hal ini penting karena satu serangan siber dapat mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi yang sangat besar bagi perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.