Ini Alasan Tinder Batal Hadirkan Kencan di Metaverse

AKURAT.CO, Layanan kencan online, Tinder membatalkan rencananya untuk membuat fitur kencang online di dunia metaverse. Salah satu penyebab perusahaan membatalkan rencananya tersebut karena penurunan pendapatan yang diraih Tinder beberapa waktu belakangan ini.
Selain itu, CEO Tinder Renate Nyborg yang belum genap setahun menjabat pun meninggalkan posisinya sebagai pemimpin di perusahaan tersebut. Kabar mundurnya Renate Nyborg diumumkan oleh CEO Match Group Bernard Kim.
Melansir dari laman The Verge, pada saat mengumumkan akan menghadirkan Tinderverse atau Tinder Metaverse, perusahaan melakukan berbagai langkah untuk mewujudkannya. Termasuk mengakuisisi perusahaan rintisan bernama Hyperconnect pada tahun lalu.
Diketahui, Hyperconnect merupakan perusahaan yang berfokus pada video interaktif, AI, dan teknologi augmented reality.
"Mengingat ketidakpastian tentang kontur akhir metaverse dan apa yang akan atau tidak akan berhasil, serta lingkungan operasi yang lebih menantang, saya telah menginstruksikan tim Hyperconnect untuk beralih mencari inovasi baru tetapi tidak berinvestasi dalam metaverse saat ini," kata Bernard Kim.
Ia juga mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi rencana pengembangan metaverse dengan berhati-hati. Apabila terdapat masa depan dan potensi menjanjikan, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mewujudkan kehadiran Tinderverse.
Match Group menyebut akuisisi Hyperconnect menjadi salah satu penyebab terhadap kerugian operasional sebesar 10 juta dolar AS pada kuartal kedua tahun 2022, turun dari pendapatan operasional sebesar 210 juta dolar AS pada kuartal yang sama tahun lalu.
Tidaknya hanya mengumumkan batalnya rencana tinderverse dan mundurnya CEO Tinder, Match Group juga mengumumkan tidak jadi merilis mata uang bernama Tinder Coins karena dinilai kurang efektif.
Tinder Coins sendiri merupakan mata uang yang hanya bisa digunakan di dalam aplikasi Tinder, yang berfungsi sebagai salah satu alat transaksi untuk layanan aplikasi tersebut.
Tinder Coins ini pun rencananya hanya akan diberikan kepada pengguna yang aktif dilayanan Tinder dan rajin memperbarui profil mereka.
Selain itu, Tinder Coins memungkinkan penggunanya bisa membeli secara langsung. Rencananya, Tinder Coins juga akan digunakan sebagai pembayaran untuk fitur-fitur premium di Tinder, seperti fitur Super Likes.
Tinder Coins ini sebenarnya sudah diluncurkan secara perlahan untuk uji coba bagi beberapa penggunanya di seluruh dunia. Namun, hasil uji coba tersebut nampaknya tidak memuaskan bagi perusahaan.
Bernard mengatakan, perusahaan sedang mengevaluasi kembali rencana Tinder Coins-nya.
"Setelah melihat hasil yang beragam dari pengujian tinder coins, kami memutuskan untuk mengambil langkah mundur dan memeriksa kembali inisiatif itu sehingga dapat lebih efektif berkontribusi pada pendapatan Tinder," pungkas Bernard.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




