Sidang Kasus DJBC Ungkap Dana Pengusaha Dipakai Beli Tiket Dirjen Bea Cukai hingga Perangkat Podcast

AKURAT.CO Persidangan perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengungkap penggunaan dana operasional yang disebut dihimpun dari sejumlah pengusaha.
Dana tersebut antara lain digunakan untuk membeli tiket pesawat Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, serta sejumlah perangkat elektronik untuk kebutuhan podcast yang kemudian dikirim ke perusahaan milik aktivis Faizal Assegaf.
Fakta tersebut terungkap dari kesaksian pegawai DJBC, Salisa Asmoaji, dalam sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Salisa diketahui mendapat tugas mengelola dana operasional yang dalam persidangan disebut berasal dari pengumpulan uang dari para pengusaha.
Penggunaan dana tersebut dilakukan berdasarkan instruksi atasannya, Sisprian Subiaksono, selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC yang kini berstatus terdakwa.
Dalam persidangan, Salisa mengaku pernah membelikan tiket pesawat untuk Djaka Budhi Utama. Pembelian tiket tersebut dilakukan atas perintah Sisprian untuk perjalanan ke Jambi.
“Saksi pernah membelikan tiket pesawat buat Pak Djaka Budhi Utama menggunakan dana operasional?” tanya Jaksa KPK.
“Iya, atas perintah Pak Sisprian,” jawab Salisa.
Salisa memastikan tiket tersebut tidak dibeli menggunakan Dana Operasional Kegiatan Pengamanan Kekayaan Negara (DOKPPN) maupun anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).
Namun, ia mengaku tidak lagi mengingat nominal tiket maupun apakah tiket tersebut untuk perjalanan pulang-pergi.
Salisa juga membenarkan bahwa dana operasional yang dikelolanya dalam perkara tersebut disebut berasal dari uang yang dikumpulkan dari para pengusaha.
Selain tiket pesawat, Salisa mengungkapkan pernah diperintahkan Sisprian membeli sejumlah perangkat elektronik untuk kebutuhan podcast.
“Ya, saya diperintah Pak Sis untuk membeli barang-barang itu, Pak. Ada alat-alat kamera podcast gitu, Pak,” kata Salisa.
Setelah dibeli, perangkat tersebut dikirim berdasarkan lokasi yang diberikan Sisprian. Jaksa kemudian mengungkap bahwa alamat pengiriman mengarah ke PT Sinkos Multimedia Mandiri di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Perusahaan tersebut diketahui dipimpin Faizal Assegaf sebagai direktur utama.
Jaksa kemudian mendalami sumber dana yang digunakan untuk membeli perangkat tersebut. Salisa membenarkan pembelian itu berkaitan dengan dana operasional yang dikelolanya.
Keterangan tersebut bersinggungan dengan penyidikan KPK terhadap Faizal dalam pengembangan kasus importasi di DJBC.
Saat diperiksa sebagai saksi, penyidik disebut menyita enam perangkat elektronik yang berada dalam penguasaannya.
Barang yang disita antara lain layar komputer, kamera, desktop, keyboard, mouse, hingga perangkat pemancar suara.
Dalam pemeriksaan tersebut, Faizal disebut mengakui barang-barang itu merupakan pemberian dari salah satu tersangka dalam perkara korupsi di lingkungan DJBC.
Baca Juga: KPK Bantah Tambahan Anggaran 2027 Khusus untuk Perkuat OTT
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









