KPK Tahan Orang Kepercayaan Anggota BPK dalam Kasus Korupsi Muara Enim

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Angga, pihak swasta yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam perkara dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan.
Penahanan dilakukan setelah penyidik menetapkan Angga sebagai tersangka dalam pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT), yang sebelumnya menjerat Bupati Muara Enim, Edison.
Selain Angga, pada Kamis (11/6/2026), KPK juga menahan Titin Rita Lestari, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan BPK. Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menahan Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison, dan Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga: KPK Tegaskan Fitroh Rohcahyanto Tak Punya Hubungan dengan Tersangka Kasus MBG Sony Sonjaya
Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Angga dan Titin keluar dengan mengenakan rompi oranye tahanan. Keduanya kemudian digiring menuju mobil tahanan KPK untuk dibawa ke rumah tahanan negara (rutan).
Saat berjalan menuju kendaraan tahanan, Titin membantah menerima uang sebagaimana yang disangkakan penyidik.
"Saya tidak terima uang. Ini nggak adil. Saya hanya pelaksana. Saya hanya melaksanakan. Pimpinan saya berjenjang yang terima," ujar Titin kepada wartawan.
Namun, Titin tidak menjawab saat ditanya lebih lanjut mengenai pihak yang diduga menerima uang tersebut. Sementara Angga memilih bungkam meski berkali-kali diberondong pertanyaan oleh awak media.
Nama Angga menjadi sorotan karena diduga memiliki peran penting sebagai penghubung dalam dugaan pemberian uang, yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan BPK atas sejumlah proyek di Kabupaten Muara Enim.
Penyidik KPK saat ini mendalami hubungan Angga dengan salah satu anggota BPK RI. Dugaan tersebut muncul seiring pengembangan perkara suap yang diduga dilakukan untuk memengaruhi hasil pemeriksaan atas sejumlah proyek pemerintah daerah.
Baca Juga: KPK Kembali Gelar OTT, Lima ASN BPK Diamankan
Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT yang dilakukan KPK di Sumatera Selatan. Dalam perkara awal, KPK menetapkan empat tersangka, yakni Edison selaku Bupati Muara Enim; Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim; Adi Triadi selaku pihak swasta yang juga keponakan Bupati; serta Cory Erin Hardi selaku Marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA).
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, mengungkapkan Edison diduga menerima fee sebesar 5 persen dari sejumlah proyek pengadaan di Kabupaten Muara Enim, termasuk proyek pengadaan smart board.
Menurut Taufik, Abi Nurwardani bertugas menerima dan mengendalikan aliran dana dari para rekanan yang mengerjakan proyek pemerintah daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November






