Tanggapi Laporan Dugaan Kasus Pelecehan Rektor Universitas Pancasila, Polisi Periksa 8 Saksi
Dwana Muhfaqdilla | 26 Februari 2024, 20:36 WIB

AKURAT.CO Polisi terus mendalami laporan dugaan pelecehan yang dilakukan oleh Rektor Universitas Pancasila, Edie Toet Hendratno (ETH). Saat ini, pihak Polda Metro Jaya telah memeriksa 8 saksi.
“Di LP-nya saudari RZ, sudah dilakukan pemeriksaan delapan saksi termasuk korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (26/2/2024).
Ade menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dua laporan terhadap ETH. Salah satunya adalah laporan dari karyawati di Universitas Pancasila, RZ.
Lebih lanjut, pemeriksaan kepada ETH sedianya dijadwalkan hari ini untuk diambil keterangan, tetapi terlapor berhalangan hadir.
“Penyidik tadi pagi, telah menerima surat dari lembaga konsultasi dan bantuan hukum Fakultas Hukum Universitas Pancasila, berkait permohonan penundaan pengambilan keterangan, ataupun pemeriksaan,” tambahnya.
ETH berhalangan hadir dikarenakan sudah ada agenda atau kegiatan lain di kampus. Adapun penyidik menunda pengambilan keterangan terhadapnya sampai Kamis, (29/2/2024).
Demi mempermudah pengembangan kasus karena korban diduga lebih dari satu, Polda Metro Jaya akan bekerjasama dengan stakeholder lainnya dalam menangani berbagai pengaduan tambahan untuk ditindaklanjuti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









