Akurat

Guru Besar UMY Ajak Mitra Deradikalisasi Satukan Tekad

Mukodah | 6 Oktober 2023, 18:43 WIB
Guru Besar UMY Ajak Mitra Deradikalisasi Satukan Tekad

AKURAT.CO Para mitra deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (napiter) diajak untuk menyatukan tekad kembali pada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin serta ideologi Pancasila.

Itu penting untuk menyongsong masa depan yang baik bagi para mitra deradikalisasi.

"Yang sulit saat ini yaitu menyatukan kedudukan pribadi kita sebagai umat dan warga negara. Mudah-mudahan ke depan kita semua (termasuk mitra deradikalisasi) dapat menyatakan dengan tegas bahwa saya muslim, saya Pancasila secara bersamaan," ujar Guru Besar Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. M. Azhar, M.Ag. dalam Silaturahmi Kebangsaan dan Cinta Anak Negeri Bersama Mitra Deradikalisasi di Yayasan Bumi Damai, Muntilan, DI Yogyakarta, Kamis (5//10/2023).

Dia mengungkapkan bahwa jangan lupa pencetus Pancasila merupakan tokoh ulama-ulama besar di Indonesia, baik dari Muhammadyah maupun Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Mitra Deradikalisasi Diminta Makin Bijak Menyikapi Keragaman Indonesia

"Jadi semua peraturan yang dibuat itu untuk kebaikan kita semua. Menjadi umat yang baik harus taat kepada perintah agama, menjadi masyarakat yang baik harus taat kepada aturan pemerintah," kata Prof Azhar.

Pada kesempatan itu, Prof. Azhar berpesan kepada para mitra deradikalisasi betapa pentingnya memahami perbedaan antara konsep khalifah dan khilafah.

"Khalifah merujuk pada individu yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi dan mengurusnya, sedangkan khilafah mengacu pada institusi, lembaga atau bentuk pemerintahan yang sering kali digunakan dalam konteks politik dan sejarah Islam," terangnya.

Baca Juga: Barometer Deradikalisasi, BNPT Ajak Mitra Perkuat Komitmen

Ia juga menjelaskan mengenai keberadaaan anak-anak saat ini yang dapat dikenal dengan generasi strawberi karena dianggap sangat rapuh dan cepat tersinggung. Dengan melakukan perubahan kecil sejak dini akan merubah masa depan anak menjadi lebih baik.

"Salah satu upaya kecil untuk membangun bangsa yang baik yaitu dengan selalu melakukan majelis permusyawaratan rumah tangga. Dengan melakukan musyawarah dengan keluarga secara rutin menumbuhkan rasa anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam tujuan keluarga. Hal kecil ini dapat disebut demokrasi. Demokrasi yang ditanamkan sejak dini yang diawali di lingkup terkecil diharapkan di masa yang akan datang dapat berkembang dikalangan masyarakat," Prof. Azhar memaparkan.

Kasubdit Bina Masyarakat BNPT, Kolonel Pas. Sujatmiko, menyampaikan beberapa poin penting dalam kegiatan itu. Pertama, ia berpesan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi yang merupakan salah satu nilai penting dalam budaya dan tradisi Indonesia.

"Terutama dalam konteks masyarakat yang memiliki nila-nilai kebersamaan menjadi lebih kuat dalam membangun hubungan, mempererat persaudaraan dan kepercayaan. Oleh sebab itu, apabila masih ada perbedaan pemikiran, lebih baik dapat didiskusikan pada kesempatan yang baik ini. Karena yang berbeda itu sejatinya sama-sama mencari kebaikan, artinya samasama mencari keselamatan di dunia dan akhirat," jelasnya.

Poin kedua adalah agar para mitra deradikalisasi sebagai warga negara menyadari virus radikalisme yang dapat merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara,

"Kita harus mengetahui lima narasi sebagai virus radikalisme yang berkembang saat ini yaitu virus anti-Pancasila, virus anti-NKRI, virus anti-Kebhinekaan, virus kekerasan serta virus anti terhadap pemerintahan yang sah," tutur Sujatmiko.

Ia menegaskan bahwa jangan sampai sebagai warga negara, para mitra deradikalisasi anti-terhadap pemerintahan yang sah. Pemerintahan yang sah artinya didirikan sesuai kesepakatan seluruh bangsa Indonesia, oleh sebab itu perlu dihormati dengan kritik yang baik.

Selain itu, ia juga mengajak perwakilan instansi yang hadir untuk memaksimalkan kolaborasi dalam pelaksanaan di lapangan agar selalu bersama-sama, kompak, saling memberi masukan dan informasi untuk kebaikan dan tujuan bersama menuju Indonesia yang damai.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bumi Damai Yogyakarta, Nurali Iswandi, menyampaikan bahwa seluruh warga negara adalah anak bangsa yang berperan untuk menjaga keutuhan dan kemakmuran NKRI. Ia berharap dengan adanya Rumah Singgah Bumi Damai yang menampung 190 orang anak yatim dan keluarga napiter mampu menyelamatkan anak bangsa

"Diharapkan kita bersama-sama bisa melakukan karya nyata untuk membantu mengurai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat," katanya.

Kegiatan ini diselenggarakan Subdit Bina Masyarakat, Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan dihadiri 18 mitra deradikalisasi dari wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Juga hadir aparat wilayah dan unsur pemerintah daerah, di antaranya Polda DIY, Korem 072 Pamungkas/DIY, Binda DIY dan BAIS DIY.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK