KPK Panggil Dirut Inalum Terkait Penanganan Korupsi Jual Beli Gas
Oktaviani | 30 September 2024, 13:57 WIB

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi di lingkungan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
Penyidik lembaga antirasuah itu pun memanggil empat orang saksi untuk dimintai keterangan, terkait kasus tersebut.
Adapun, keempat saksi yang dipanggil kali ini adalah Nusantara Suyono selaku Direktur Keuangan PT. PGN tahun 2017, Danny Praditya selaku Direktur Komersial PT. PGN tahun 2017 dan Direktur Utama PT. Inalum.
Kemudian saksi atas nama Chandra Simarmata selaku Group Head Accounting and Tax PT. PGN dan Syahril Malik Group selakuHead Corporate Finance, PT PGN.
"Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan TPK di lingkungan PT. PGN. Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, kepada wartawan, Senin (30/9/2024).
KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi di lingkungan PT. PGN.
Informasi yang beredar mereka adalah Danny Praditya yang merupakan Direktur Komersial PT. PGN periode 2016–2019 yang juga Direktur Utama PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Sementara, tersangka lainnya adalah Iswan Ibrahim yang merupakan Direktur Utama PT. Isar Gas.
Penyidikan kasus ini bermula dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan adanya kerugian negara.
KPK sudah melakukan penggeledahan dalam penanganan kasus ini pada 19-20 Juni lalu.
Upaya paksa ini dilakukan di sejumlah lokasi, seperti rumah pribadi milik AM selaku mantan pegawai PT. PGN, rumah pribadi HJ selaku mantan pegawai PT. PGN dan rumah DSW selaku mantan direksi PT PGN.
Ketika itu penyidik KPK mendapati bukti terkait dengan perkara ini, yaitu dokumen terkait jual beli gas hingga barang bukti elektronik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






