Firli Bahuri Minta Rp50 Miliar ke Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo
Oktaviani | 18 April 2024, 14:03 WIB

AKURAT.CO Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri disebut meminta uang Rp50 miliar kepada eks Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) eks Aide-de-camp (ADC) atau ajudan SYL, Panji Harjanto dalam sidang lanjutan terdakwa SYL, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/4/2024).
"Di BAP 34, saudara mengetahui terkait dengan permintaan uang dari Firli Bahuri bahwa di sini, yang saat itu SYL menyatakan terdapat permintaan Rp50 miliar dari Firli Bahuri. Itu saudara ketahui dari percakapan atau dari apa nih?," tanya Jaksa, seperti dikutip Akurat.co, Kamis (18/4/2024).
"Dari percakapan Bapak (Syahrul Yasin Limpo)," jawab Panji.
SYL saat itu sedang berbincang dengan Muhammad Hatta selaku Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan di ruang kerjanya. Sesaat setelah mendengar percakapan itu, Panji memutuskan untuk keluar dari ruangan lantaran dinilainya percakapan itu bersifat rahasia.
"Pada saat itu, Syahrul Yasin Limpo mengatakan terdapat permintaan uang Rp50 miliar dari Firli Bahuri. Tapi setelah mendengar perkataan tersebut, karena saya merasa itu adalah percakapan rahasia, sehingga saya keluar dari ruangan," tutur Jaksa membacakan BAP Panji.
"Baik," singkat Panji merespon.
Jaksa lalu menelisik lebih lanjut terkait hal itu. Salah satunya terkait peruntukan permintaan uang tersebut.
"Sepengatahuan Saudara, apakah ada informasi-informasi, karena Saudara itu ajudan ya, bahwa Syahrul Yasin Limpo mengemukakan hal-hal terkait dengan adanya info mengenai permintaan uang ini adalah terkait dengan apa?," cecar jaksa.
"Ada masalah di KPK," ucap Panji.
"Saudara tahu dari mana?" tanya Jaksa.
"Waktu itu, eselon satu dikumpulkan di Wican (Widya Chandra, Rumah Dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo). Ada surat penyidikan," kata Panji.
"Kapan itu?" tanya Jaksa.
"Sekitar 2022," jawab Panji.
"Saudara ada di situ?" cecar Jaksa.
"Ada," kata Panji.
Pengakuan Panji terkait tujuan SYL mengumpulkan pejabat Eselon I Kementan didalami lebih lanjut. Kata Panji, SYL memerintahkan inspektur jenderal untuk berkoordinasi dengan KPK.
"Inspektur Jenderal siapa?" tanya Jaksa.
"Waktu itu Pak Jan Marinka kalau tidak salah," kata Panji.
"Diinstruksikan untuk apa?" cecar Jaksa.
"Untuk koordinasi ke KPK," ujar Panji.
Syahrul Yasin Limpo sebelumnya didakwa menerima melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp44,5 miliar. Syahrul didakwa melakukan perbuatan tersebut bersama Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan Direktur Kementan nonaktif M. Hatta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel







