Bangun Sinergitas, Panglima TNI dan Jaksa Agung Bahas Penguatan Kelembagaan
Oktaviani | 15 Januari 2024, 15:43 WIB

AKURAT.CO Jaksa Agung, ST Burhanuddin, beserta jajaran melaksanakan silaturahmi dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Pertemuan dua petinggi lembaga negara itu juga dalam rangka penguatan kelembagaan, terutama penegakan hukum.
Dalam kunjungan perdananya, Panglima TNI mengucapkan ucapan terima kasih atas sambutan hangat dari Jaksa Agung beserta jajaran.
Panglima TNI menyampaikan, dalam penegakan hukum TNI tidak bisa lepas dengan Kejaksaan yang memiliki kewenangan mutlak dalam penuntutan terhadap semua tindak pidana perkara, termasuk wilayah udara dan wilayah laut yang hampir 70 persen jumlahnya. Termasuk juga dalam hal penanganan perkara koneksitas sebagaimana disampaikan oleh Panglima TNI.
Menurut Jaksa Agung, Keberadaan Jaksa Agung Muda Pidana Militer (JAM Pidmil) yang sudah lebih dari dua tahun menunjukkan betapa pentingnya penanganan perkara dengan kolaborasi dan sinergitas antarpenegak hukum.
"Mulai dari penyidikan sampai pada tahap upaya hukum dengan proses penanganan koneksitas, sebagaimana perkara yang sudah berhasil ditangani secara bersama-sama yaitu perkara pengadaan satelit orbit 123 derajat Kementerian Pertahanan dan perkara TWP AD (Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat) tahun 2013 sampai 2020, yang mana perkaranya sedang bergulir dalam tingkat upaya hukum. Keberhasilan pengungkapan perkara tersebut tidak lepas dari kerja sama/kolaborasi yang baik antara kedua lembaga," papar Jaksa Agung.
Jajaran JAM Pidmil tidak saja ada di Kejaksaan Agung tetapi juga ada di Kejaksaan Tinggi yang dijabat oleh Asisten Pidana Militer (Aspidmil) dan diisi unsur dari TNI.
Bahkan, pada pembukaan Musyawarah Nasional Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) 8 Januari 2024 lalu, seluruh jajaran pidana militer, baik di pusat maupun daerah telah diberikan keanggotaan kehormatan Persaja oleh Ketua Umum Dr. Amir Yanto dan didampingi oleh Pelindung Organisasi Persaja, Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Keanggotaan tersebut dinobatkan karena mereka sudah menjadi bagian dari warga adhyaksa.
Di lain hal, kejahatan-kejahatan yang melibatkan penyidik dari TNI seperti kejahatan kemaritiman, pelanggaran wilayah udara dan kejahatan-kejahatan yang menggunakan teknologi informasi dirasa semakin kompleks dan modern.
"Ke depannya tentu akan dilakukan pendidikan pelatihan bersama dalam rangka penguatan sumber daya manusia dan membangun mindset serta sinergitas antar penegak hukum," kata Jaksa Agung.
Jaksa Agung juga membuka diri untuk menjadi yang terdepan dalam melakukan pendampingan melalui Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) perkara aset-aset TNI yang dilakukan gugatan oleh masyarakat dan pengembang.
Jaksa Agung juga menyarankan setelah penanganan perkara Asabri selesai agar diberikan kontribusi kepada TNI, terutama para pensiunan dan anggota TNI yang gugur untuk bisa mendapatkan bantuan.
"Kejaksaan akan siap membantu untuk memfasilitasi hal tersebut bersama dengan Kementerian BUMN," ujar Jaksa Agung.
Silaturahmi dan kunjungan kerja Panglima TNI beserta jajaran turut dihadiri oleh para Jaksa Agung Muda serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








