Akurat Logo

Guru Bisa Jadi Agen Pencegahan Radikal Terorisme Di Sekolah Dan Lingkungan

Mukodah | 23 November 2023, 17:17 WIB
Guru Bisa Jadi Agen Pencegahan Radikal Terorisme Di Sekolah Dan Lingkungan

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berharap para guru khususnya di wilayah Sulawesi Tengah menjadi agen pencegahan radikal terorisme di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Keterlibatan para guru ini sangat penting karena anak muda atau siswa menjadi target utama kelompok radikal terorisme untuk menyebarkan paham kekerasan dan anti-NKRI.

"Kami berharap dengan kegiatan ini para guru bisa menyampaikan pada murid dan orang terkasih kita, keluarga, grup WA, tetangga sehingga nanti bapak ibu guru bisa jadi agen pencegahan radikal terorisme di lingkungan masyarakat. Bagaimanapun BNPT tidak mungkin memberikan sosialisasi kepada seluruh guru di Indonesia dengan keterbatasan yang ada," ujar Kepala Subdit Kontra-Propaganda BNPT, Kolonel Sus. Drs. H. Solihuddin Nasution, saat membuka kegiatan "Pendidikan Guru Dalam Rangka Pencegahan Radikal Terorisme di Satuan Pendidikan" yang digelar di Aula SMA 1 Palu, Rabu (22/11/2023).

Kegiatan itu diikuti 150 guru dari SMA 1 Palu dan sejumlah SMA dan MAN di Kota Palu. Turut hadir Kepala SMAN 1 Palu, Drs. Dahlan Mohamad Saleh, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Dr. Azrul Ahmad.

Baca Juga: BNPT Tegaskan Pancasila Fondasi Pemersatu Bangsa

Solihuddin menjelaskan, kegiatan digelar untuk memberikan pemahaman kepada para guru agar mengetahui bagaimana kelompok teror memapar targetnya.

Tidak hanya masyarakat awam, bahkan seorang profesor, rektor, TNI, Polri dan seluruh lapisan masyarakat bisa terpapar radikal terorisme.

"Faktanya ada guru bisa terpapar, murid bisa terpapar. Makanya kami dari BNPT selalu berusaha mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pendidikan untuk bersama memberikan pemahaman terutama kepada anak didik dan orang terdekat, bagaimana kelompok terorisme bisa menyasar semua orang," jelasnya.

Solihuddin mengungkapkan, dari hasil penelitian, yang paling banyak terpapar adalah anak muda berusia 13-32. Kegiatan seperti itu ke depan akan lebih sering digelar sebagai upaya memberikan imunitas kepada anak didik dari paparan radikal terorisme. Dan kegiatan di SMA 1 Palu ini menjadi yang perdana.

"Inilah tujuan digelar pelatihan guru. Hari ini pilot project kita. Tahun depan kita latihan seperti ini, terutama di 10 wilayah yang indeks resiko terorisme tinggi yang kita utamakan," tuturnya.

Menurut Solihuddin, dunia pendidikan harus melaksanakan fungsinya sesuai tugas dan tupoksi masing-masing. Sebagaimana diamanatkan undang-undang yang wajib hukumnya dilaksanakan dan dilaporkan ke Kemendikbud. Kemudian Mendikbud melaporkan ke Wakil Presiden.

Kegiatannya bisa yang sudah ada dan bukan membuat kegiatan baru. Dengan demikian diharapkan masyarakat kita bisa ikut dalam pencegahan radikal terosime

Diharapkan nantinya masyarakat punya resiliensi dan imunitas ketika mereka mengetahui bagaimana terorisme memapar seseorang, lewat apa termonologi keagamaan dalam melakukan pendekatan dan memapar.

"Kami dari BNPT sangat berterima keasih pada bapak ibu dan semua pihak, terutama SMA 1 Palu, di mana sama-sama kita mengusung visi Sekolah Damai di Sulteng. Saya yakin ini jadi visi kita semua. Kami berharap seluruh level sekolah jadi Sekolah Damai yang bersih dari intoleransi, radikalisme dan bullying," tandas Solihuddin.

Baca Juga: BNPT Usul Napiter Dihukum Sesuai Perubahan Cara Berpikir

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Asrul Ahmad, mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan yaitu intoleransi, kekerasan termasuk juga kekerasan seksual dan bully.

Ia berharap dengan kegiatan ini para guru bisa meningkatkan pemahaman soal keterkaitan antara intoleransi dengan radikal terorisme dan bagaimana penyebaran terorisme itu masuk ke satuan pendidikan.

"Intinya bagaimana kita mampu mengimplementasikan visi dan misi apa itu bully, intoleran, kekerasan, kita tahu. Tapi ketika bicara implementasi tentunya butuh peran dan tanggung jawab serta perhatian sungguh-sungguh," jelasnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Palu, Drs. Dahlan Mohammad Saleh, berterima kasih kepada BNPT dengan digelarnya pelatihan guru di sekolahnya.

"Bersyukur pada kegiatan Pelatihan Guru Dalam Rangka Pencegahan Radikal Terorisme di Satuan Pendidikan ini karena memang kita ketahui masalah terorisme perlu didahului dengan pencegahan. Ini salah satu bentuk bagaimana BNPT berusaha untuk melaksanakan model-model pencegahan," jelasnya.

Menurut Dahlan, semua pihak tahu bahwa salah satu modus dari kelompok yang mengatasnamakan teroris, meski mereka tidak suka disebut menyasar kaum remaja. Karena itu, siswa perlu diberikan pemahaman melalui para guru terkait pencegahan radikal terorisme.

"Ini penting bila dari siswa itu sendiri diberikan pemahaman, penjelasan, pengetahuan sehingga selanjutnya anak-anak kita mau ke perguruan tinggi, mereka sudah dapat bekal bagaimana menangkal paham radikal," ungkapnya.

Sebagai kepala sekolah, Dahlan menyambut baik kegiatan seperti ini. Ke depan ia berharap kegiatan ini akan melibatkan guru dari wilayah lain, juga siswa dari sekolah lain di Palu.

Pada kegiatan itu, para guru peserta pelatihan mendapat pencerahan dari Staf Khusus Deputi 1 BNPT, Dr. Suaib Tahir, yang memaparkan tentang "Penguatan Daya Tangkal Terhadap Infiltrasi Paham Ekstremisme, Radikalisme dan Terorisme."

Suaib Tahir juga memaparkan tentang proses seseorang terpapar sampai melakukan aksi terorisme.

Narasumber lainnya seperti Dosen FAI Uhamka, Muhammad Abdullah Darraz, yang memaparkan materi "Sekolah Damai: Menumbuhkan Ketahanan Satuan Pendidikan dalam menolak paham Intoleransi, Kekerasan dan Bullying."

Setelah pelatihan guru, pada Kamis (23/11/2023), giliran ratusan murid SMA dan sederajat Se-Kota Palu mengikuti Workshop dan Pelatihan Siswa Dalam Pencegahan Radikal Terorisme.

Mereka dibekali pemahaman pencegahan radikal terorisme oleh Redpel PMB BNPT, Abdul Malik, mitra deradikalisasi dan perwakilan Duta Damai Dunia Maya Sulteng.

Workshop dilanjutkan dengan pentas seni dan budaya SMAN 1 Palu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK