Polri Tak Pakai Kaca Mata Kuda Usut Kasus Firli, Minta Supervisi KPK

AKURAT.CO Polri tidak memakai kaca mata kuda dalam mengusut kasus pemerasan Ketua KPK Firli Bahuri. Polda Metro Jaya selaku penyidik, telah meminta supervisi KPK terkait perkara pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Menurut Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri, pihaknya telah dua kali menyurati KPK memohon supervisi. Pertama pada tanggal 11 Oktober 2023 yang ditujukan kepada Deputi Penindakan Karyoto, dan kepada Dewas KPK pada tanggal 18 Oktober 2023.
"Sampai saat ini tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih menunggu jawaban dari dua surat kami," kata Kombes Ade Safri, kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (28/10/2023).
Baca Juga: Dewas Periksa SYL Ketika Rumah Firli Digeledah
Dirinya memastikan, penyidikan yang belakangan dilakukan oleh tim gabungan, tidak terhambat lantaran KPK belum merespons surat permohonan supervisi. Hal ini bisa diketahui dari serangkaian kegiatan penggeledahan yang dilakukan tim belum lama ini.
Kediaman Firli di Jakarta dan Bekasi digeledah penyidik untuk mencari alat bukti. Dirkrimsus Polda Metro Jaya menegaskan, adanya permohonan supervisi merupakan bentuk transparansi dalam pengusutan kasus Firli.
"Artinya, kita penyidik dalam melakukan penyidikannya sangat betul-betul menjunjung tinggi transparansi dari penyidikan yang dilakukan," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








