Akurat Logo

Teknologi CCTV Berhasil Tangkap Maling KRL: Sebuah Pengingat Kontemporer bahwa 'Mata Allah' Tak Pernah Tidur

Lufaefi | 3 Oktober 2026, 10:00 WIB
Teknologi CCTV Berhasil Tangkap Maling KRL: Sebuah Pengingat Kontemporer bahwa 'Mata Allah' Tak Pernah Tidur
KRL. - astraotoshop.com

AKURAT.CO Teknologi kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) kembali menunjukkan perannya dalam membantu mengungkap tindak kejahatan. Rekaman CCTV yang menangkap aksi pencurian di lingkungan KRL menjadi pengingat bahwa ruang publik kini semakin terpantau. Namun, di balik kecanggihan teknologi tersebut, ada pesan moral yang lebih dalam: setiap perbuatan manusia tetap berada dalam pengawasan Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin merasa tindakannya tidak diketahui orang lain. Situasi sepi atau minimnya saksi terkadang membuat pelaku kejahatan mengira dirinya dapat bertindak tanpa konsekuensi. Padahal, dalam ajaran Islam, tidak ada perbuatan yang luput dari pengetahuan Allah.

Al-Qur’an mengingatkan hal tersebut dalam Surah Al-Hadid ayat 4:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Baca Juga: Profil Kiai Said Aqil Siroj, Dua Periode Pimpin PBNU yang Kini Jadi Wantimpres RI

Ayat ini menegaskan bahwa pengawasan Allah tidak dibatasi tempat dan waktu. Berbeda dengan CCTV yang hanya menjangkau area tertentu dan bergantung pada perangkat serta manusia yang mengoperasikannya, pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu.

Dalam Islam, kesadaran bahwa Allah selalu mengetahui perbuatan manusia dikenal sebagai muraqabah. Kesadaran ini mendorong seseorang menjaga perilaku, bukan semata-mata karena takut tertangkap atau mendapat hukuman, melainkan karena merasa bertanggung jawab di hadapan Allah.

Rasulullah SAW juga menjelaskan makna ihsan dalam hadis Jibril:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Pesan ihsan tidak hanya berlaku dalam ibadah ritual. Kesadaran tersebut semestinya hadir ketika seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat menggunakan transportasi umum, menjaga barang milik orang lain, dan menghormati hak sesama penumpang.

Kasus pencurian di KRL juga mengingatkan bahwa fasilitas publik merupakan ruang bersama yang membutuhkan tanggung jawab kolektif. Penumpang perlu menjaga barang bawaannya, sementara pengelola transportasi dapat memanfaatkan teknologi pengawasan untuk mendukung keamanan. Meski demikian, CCTV tetap merupakan alat bantu dan perlu disertai prosedur penanganan yang tepat.

Teknologi dapat merekam tindakan yang terjadi di hadapan kamera, tetapi tidak dengan sendirinya membangun kejujuran dalam diri manusia. Di sinilah nilai agama memiliki peran penting: membentuk kesadaran moral yang tetap bekerja sekalipun tidak ada orang lain yang melihat.

Baca Juga: Said Aqil Siroj Terima Wantimpres sebagai Pengabdian, Bukan Jabatan

Pada akhirnya, keberadaan CCTV dapat menjadi pengingat kontemporer tentang pentingnya pengawasan. Namun, bagi seorang Muslim, pengawasan paling mendasar bukan hanya kamera di sudut stasiun atau gerbong, melainkan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat setiap perbuatan. Kesadaran itulah yang diharapkan melahirkan perilaku jujur, amanah, dan menghormati hak orang lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi