Begini Besarnya Dosa Melecehkan Perempuan dalam Islam

AKURAT.CO Perempuan memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Karena itu, segala bentuk tindakan yang merendahkan, menghina, mempermalukan, mengganggu, atau menyakiti perempuan tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele.
Di tengah kehidupan sosial yang semakin terbuka, pelecehan terhadap perempuan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui tindakan fisik, tetapi juga lewat ucapan, candaan, komentar mengenai tubuh, pesan pribadi, hingga perilaku di ruang digital.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kehormatan dan martabat setiap manusia, termasuk perempuan. Salah satu prinsip tersebut ditegaskan Allah SWT dalam QS Al-Hujurat ayat 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka. Dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka.”
Ayat tersebut secara jelas melarang perilaku saling merendahkan. Larangan ini menunjukkan bahwa kehormatan seseorang tidak boleh dijadikan bahan candaan atau penghinaan.
Lebih jauh, Islam juga melarang manusia memberikan julukan buruk kepada orang lain. Dalam lanjutan ayat yang sama, Allah SWT berfirman:
وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
“Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman.”
Pesan ayat ini menjadi semakin relevan ketika pelecehan dilakukan melalui media sosial. Komentar mengenai bentuk tubuh, penampilan, status perkawinan, atau kehidupan pribadi seseorang dapat meninggalkan luka meskipun pelaku menganggapnya hanya sebagai candaan.
Baca Juga: Doa Khusus Hari Senin, agar Allah Selalu Menuntun Kita ke Jalan yang Terbaik
Islam juga memberikan perhatian serius terhadap tindakan yang mengganggu kehormatan dan keamanan perempuan. Dalam QS Al-Ahzab ayat 58, Allah SWT berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa menyakiti orang lain tanpa alasan yang benar merupakan perbuatan yang memiliki konsekuensi moral dan keagamaan.
Nabi Muhammad SAW juga memberikan perhatian besar terhadap perlakuan kepada perempuan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.”
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kualitas akhlak seseorang salah satunya dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang berada di sekitarnya, termasuk perempuan dalam keluarganya.
Karena itu, pelecehan terhadap perempuan tidak semestinya dianggap sebagai persoalan kecil. Ketika seseorang menghina tubuh, mempermalukan, mengancam, menyentuh tanpa persetujuan, atau melakukan tindakan seksual yang tidak dikehendaki, persoalannya bukan lagi sekadar candaan. Ada kehormatan manusia yang telah dilanggar.
Dalam Islam, menjaga lisan juga menjadi bagian penting dari akhlak. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seorang Muslim hendaknya berkata baik atau diam. Prinsip ini menjadi semakin penting di era media sosial, ketika satu komentar dapat tersebar luas dan meninggalkan dampak panjang bagi korban.
Maka, besarnya dosa melecehkan perempuan tidak hanya dapat dilihat dari bentuk perbuatannya, tetapi juga dari kerugian dan penderitaan yang ditimbulkannya. Semakin besar kezaliman dan kerugian yang dilakukan, semakin serius pula pertanggungjawaban moral seseorang di hadapan Allah.
Islam tidak mengajarkan seseorang untuk merendahkan perempuan, melainkan menjaga kehormatan mereka. Perempuan adalah manusia yang memiliki martabat, kehormatan, dan hak untuk diperlakukan dengan baik.
Baca Juga: Doa Sebelum Berangkat Kerja, agar Diberi Rezeki yang Halal dan Melimpah
Karena itu, menjaga ucapan, mengendalikan pandangan, menghormati batas pribadi, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan perempuan merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim. Jika pelecehan telah terjadi, persoalan tersebut juga perlu ditangani dengan serius, termasuk melalui mekanisme perlindungan dan hukum yang tersedia.
Pada akhirnya, ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada kemampuannya merendahkan orang lain, tetapi pada kemampuannya menjaga kehormatan sesama manusia. Dan dalam Islam, menjaga kehormatan tersebut merupakan bagian dari akhlak yang sangat ditekankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia





