Akurat Logo

Solusi Islam dalam Menjalankan Diet

Lufaefi | 19 September 2026, 08:00 WIB
Solusi Islam dalam Menjalankan Diet
Diet dalam Islam - Istimewa

AKURAT.CO Diet sering dipahami sebagai usaha mengurangi berat badan dengan membatasi makanan. Tidak sedikit orang mencoba berbagai metode diet, mulai dari mengurangi porsi makan, menghindari makanan tertentu, hingga mengikuti pola makan yang sedang populer.

Dalam Islam, menjaga pola makan sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Al-Qur'an memberikan prinsip agar manusia makan dan minum, tetapi tidak berlebihan. Prinsip sederhana ini dapat menjadi dasar bagi seorang Muslim dalam menjalankan pola hidup yang lebih sehat dan seimbang.

Allah SWT berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A'raf: 31).

Ayat tersebut tidak memerintahkan manusia untuk meninggalkan makanan atau melakukan diet ekstrem. Sebaliknya, Islam mengajarkan keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan tubuh.

Lantas, bagaimana prinsip Islam dapat diterapkan ketika seseorang sedang menjalankan diet?

  1. Hindari makan secara berlebihan

Prinsip pertama adalah mengendalikan jumlah makanan. Makan bukan sekadar memenuhi keinginan, tetapi memenuhi kebutuhan tubuh.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi).

Baca Juga: Tata Cara Sholat Istisqa, Ibadah Meminta Hujan yang Manjur dan Mustajab

Hadis ini sering dijadikan rujukan mengenai pentingnya mengendalikan porsi makan dan tidak memenuhi perut secara berlebihan.

  1. Pilih makanan yang halal dan baik

Diet dalam Islam tidak hanya berbicara tentang jumlah kalori. Apa yang dikonsumsi juga harus diperhatikan.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا

“Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 168).

Halal berkaitan dengan status makanan menurut syariat, sedangkan tayyib berkaitan dengan kebaikan dan kelayakannya untuk dikonsumsi.

Karena itu, seseorang yang sedang diet dapat memilih makanan yang halal sekaligus memperhatikan kandungan gizi dan kualitasnya.

  1. Jangan melakukan diet ekstrem

Keinginan untuk mendapatkan berat badan ideal terkadang membuat seseorang mengambil jalan yang terlalu ekstrem, misalnya tidak makan dalam waktu yang tidak wajar atau menghilangkan kelompok makanan tertentu tanpa alasan kesehatan yang jelas.

Islam tidak mengajarkan tindakan yang membahayakan diri.

Menjaga tubuh merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Karena itu, pola diet sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan, apabila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

  1. Belajar mengendalikan hawa nafsu

Diet juga dapat menjadi latihan mengendalikan keinginan.

Tidak semua makanan yang diinginkan tubuh harus selalu dituruti. Seseorang dapat belajar membedakan antara rasa lapar dan sekadar keinginan untuk makan.

Dalam konteks spiritual, kemampuan mengendalikan diri merupakan nilai penting dalam Islam. Puasa Ramadan, misalnya, mengajarkan seseorang untuk menahan lapar, haus, dan berbagai keinginan dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi