Akurat Logo

Langkah Islami Selamat dari Gempa Megathrust yang Mengkhawatirkan

Lufaefi | 15 September 2026, 19:24 WIB
Langkah Islami Selamat dari Gempa Megathrust yang Mengkhawatirkan
Gempa Bumi Megatrusth - Istimewa

AKURAT.CO Isu mengenai potensi gempa megathrust kembali menjadi perhatian masyarakat. Narasi tentang kemungkinan terjadinya gempa besar, termasuk yang dikaitkan dengan zona Megathrust Selat Sunda, beredar luas dan memunculkan kekhawatiran.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat perlu memahami bahwa potensi gempa tidak sama dengan prediksi bahwa bencana pasti terjadi pada waktu tertentu. Gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi secara tepat mengenai kapan, di mana, dan seberapa besar kekuatannya.

Karena itu, masyarakat tidak perlu larut dalam kepanikan. Informasi mengenai potensi gempa sebaiknya menjadi pengingat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam Islam, keselamatan manusia merupakan sesuatu yang harus diupayakan. Doa menjadi bagian penting dari ikhtiar spiritual, tetapi harus berjalan bersama usaha nyata.

Salah satu doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan, dari jatuh, dari tenggelam dan terbakar, serta aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan ketika kematian.”

Baca Juga: Ramai Isu Gempa Megathrust, Begini Cara Islam agar Kita Jauh dari Musibah

Doa tersebut diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud. Walaupun tidak secara khusus menyebut gempa bumi, doa ini mengandung permohonan perlindungan dari berbagai bahaya, termasuk tertimpa reruntuhan.

Selain berdoa, umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Dan Allah tidak akan menghukum mereka sedang mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33).

Istighfar dapat menjadi bentuk introspeksi dan penguatan spiritual ketika seseorang menghadapi ketidakpastian. Namun, ayat tersebut tidak boleh dipahami sebagai jaminan bahwa orang yang beristighfar pasti terbebas dari seluruh bencana. Musibah merupakan bagian dari kehidupan manusia dan tidak selalu dapat dikaitkan secara sederhana dengan dosa seseorang.

Al-Qur'an justru mengajarkan manusia untuk menghadapi berbagai ujian dengan kesabaran. Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ketakutan dan berbagai bentuk kehilangan merupakan bagian dari ujian kehidupan. Karena itu, ketika mendengar kabar mengenai potensi gempa, seorang Muslim tidak seharusnya kehilangan kendali.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi