Akurat Logo

Ramai Isu Gempa Megathrust, Begini Cara Islam agar Kita Jauh dari Musibah

Lufaefi | 15 September 2026, 19:20 WIB
Ramai Isu Gempa Megathrust, Begini Cara Islam agar Kita Jauh dari Musibah
Ilustrasi gempa Megatrusth - Istimewa

AKURAT.CO Isu mengenai potensi gempa megathrust kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Narasi tentang kemungkinan terjadinya gempa besar, termasuk yang dikaitkan dengan Megathrust Selat Sunda, membuat sebagian masyarakat merasa khawatir.

Di tengah derasnya informasi tersebut, masyarakat perlu bersikap bijak. Potensi gempa bumi merupakan persoalan kebencanaan yang perlu diwaspadai, tetapi potensi tidak sama dengan kepastian bahwa gempa akan terjadi pada waktu tertentu.

Klarifikasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga penting menjadi rujukan. Hingga kini, gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti terkait waktu, lokasi, dan kekuatannya. Karena itu, narasi yang mengklaim mengetahui secara pasti kapan gempa besar akan terjadi perlu disikapi secara kritis.

Dalam Islam, menghadapi kemungkinan musibah bukan berarti hanya diliputi ketakutan. Seorang Muslim diajarkan untuk menggabungkan doa, ikhtiar, dan tawakal.

Al-Qur’an mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi pada masa depan. Allah SWT berfirman dalam Surah Luqman ayat 34:

Baca Juga: Viral Isu Gempa Megathrust, Ini Doa agar Selamat dari Gempa Bumi

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui masa depan. Karena itu, klaim-klaim tentang waktu pasti terjadinya bencana seharusnya tidak membuat masyarakat langsung percaya atau panik.

Lalu, bagaimana cara Islam agar manusia dijauhkan dari musibah?

Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah memperbanyak doa. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai keburukan.

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan, dari jatuh, dari tenggelam dan terbakar, serta aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan ketika kematian.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud. Meskipun tidak secara khusus menyebut gempa bumi, kandungannya mencakup permohonan perlindungan dari berbagai bentuk bahaya dan musibah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi