Akurat Logo

Bikin Kontroversi di Jagat Maya, Ternyata Ini Isi Buku Islam Ala Prabowo

Lufaefi | 8 September 2026, 10:00 WIB
Bikin Kontroversi di Jagat Maya, Ternyata Ini Isi Buku Islam Ala Prabowo
Buku Islam Ala Prabowo - Istimewa

AKURAT.CO Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Buku setebal 368 halaman karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas itu diterbitkan Atmosphere Publishing House.

Perhatian publik terhadap buku tersebut tidak hanya muncul karena sosok Presiden Prabowo Subianto yang menjadi objek pembahasan, tetapi juga karena judul yang menggunakan frasa “Islam ala Prabowo”. Frasa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai gagasan keislaman yang hendak ditawarkan buku tersebut.

Secara umum, buku ini membahas tiga pokok utama, yakni nilai keislaman dan spiritualitas, perdamaian serta keadilan sosial, dan pengabdian untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Nama TGB dan Gus Kautsar Dicantumkan dalam Buku Islam Ala Prabowo, Keduanya Bantah Terlibat

Para penulis berupaya menggambarkan rekam jejak, kepedulian sosial, serta bagaimana nilai-nilai Islam dipahami dan diwujudkan Prabowo melalui tindakan maupun kebijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Polemik kemudian berkembang karena sebagian pihak khawatir judul “Islam ala Prabowo” dapat menimbulkan persepsi seolah-olah terdapat formulasi ajaran atau corak Islam baru yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo.

Ketua Umum Forum Komunikasi Kiai Kampung Indonesia (FK3I), KH Mas Muhammad Maftuh, memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Menurutnya, buku itu tidak dimaksudkan untuk memperkenalkan mazhab ataupun ajaran Islam baru.

Isi buku, menurut Maftuh, lebih diarahkan pada pembahasan mengenai dimensi amaliah dan kepemimpinan Prabowo. Nilai-nilai seperti keadilan, toleransi, dan konsep rahmatan lil 'alamin dibahas dalam kaitannya dengan kepemimpinan serta upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan demikian, istilah “Islam ala Prabowo” dalam buku tersebut diposisikan sebagai gambaran mengenai praktik dan pengamalan nilai-nilai Islam yang dikaitkan dengan sosok Prabowo, bukan sebagai varian baru dalam ajaran Islam.

Namun, kontroversi buku tidak berhenti pada persoalan judul dan substansi. Persoalan lain muncul terkait pencantuman nama sejumlah tokoh dalam daftar tulisan buku.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Muhammad Zainul Majdi, sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menulis ataupun mengirimkan naskah khusus untuk buku tersebut.

Klarifikasi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses penyusunan naskah, khususnya terkait mekanisme pencantuman nama tokoh dan etika penerbitan.

Persoalan serupa turut menjadi perhatian karena sejumlah nama yang tercantum dalam buku disebut memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan mereka. Hal ini membuat polemik tidak hanya berkaitan dengan isi buku, tetapi juga menyentuh aspek transparansi proses editorial.

Baca Juga: Buku Islam ala Prabowo Tentang Apa? Ini Isi dan Pembahasannya

Di tengah perdebatan tersebut, buku Islam ala Prabowo tetap menjadi bahan diskusi di ruang publik. Sebagian masyarakat melihatnya sebagai dokumentasi mengenai sisi spiritualitas dan kepemimpinan Presiden Prabowo, sementara pihak lain mempertanyakan proses penyusunan buku serta kemungkinan penggunaan narasi agama dalam membangun legitimasi politik.

Hingga 7 September 2026, perdebatan mengenai buku tersebut masih berlangsung di ruang digital dan forum publik. Polemik yang berkembang menunjukkan bahwa bukan hanya isi buku yang menjadi perhatian, melainkan juga judul, proses penyusunan, serta keterlibatan sejumlah tokoh yang namanya tercantum di dalamnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi