Nama TGB dan Gus Kautsar Dicantumkan dalam Buku Islam Ala Prabowo, Keduanya Bantah Terlibat

AKURAT.CO Buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam menjadi sorotan setelah nama dua tokoh agama, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, tercantum dalam buku tersebut.
Keduanya menyatakan tidak pernah menulis ataupun menyerahkan tulisan untuk diterbitkan dalam buku yang membahas praktik dan pandangan keislaman Presiden Prabowo Subianto tersebut.
TGB Muhammad Zainul Majdi secara langsung membantah keterlibatannya sebagai penulis. Pernyataan itu disampaikan ketika dirinya menjawab pertanyaan seorang pengguna media sosial.
“Saya tidak pernah kirim tulisan,” kata TGB, belum lama ini.
Baca Juga: BSI dan PBNU Perkuat Sinergi untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren
Namun, nama TGB tercantum pada halaman 241 sebagai penulis artikel berjudul “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan”.
Pencantuman tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena tidak sesuai dengan pernyataan TGB yang mengaku tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.
Persoalan serupa muncul terkait nama Gus Kautsar. Keberatan disampaikan Ning Jazil, istri Gus Kautsar, melalui media sosial.
Ia mempertanyakan bagaimana nama suaminya bisa tercantum sebagai bagian dari buku tersebut, sementara Gus Kautsar disebut tidak pernah menulis materi untuk buku itu.
“Kok bisa ada nama suami saya?? pdhl gus kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu,” tulis Ning Jazil.
Ning Jazil juga menjelaskan bahwa Gus Kautsar sebelumnya memang pernah menerima kunjungan penulis buku tersebut. Namun, menurutnya, pertemuan itu berlangsung layaknya kunjungan biasa.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Kautsar disebut hanya menyampaikan harapan dan doa untuk pemimpin. Ia tidak mengetahui bahwa percakapan dalam kunjungan tersebut akan digunakan sebagai bagian dari buku.
Ning Jazil menilai penulis semestinya menjelaskan sejak awal apabila percakapan tersebut dimaksudkan sebagai bahan wawancara untuk sebuah buku.
“Maaf, Penulis harusnya terus terang saat wawancara kl akan dibuat buku dg judul tsb,” tulisnya.
Baca Juga: Prabowo Bakal Cabut Izin Perusahaan yang Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Dengan munculnya bantahan dari TGB dan pihak Gus Kautsar, pencantuman nama keduanya dalam Islam Ala Prabowo menjadi perhatian, terutama terkait proses konfirmasi dan izin penggunaan nama maupun materi tulisan dalam sebuah penerbitan.
Hingga informasi tersebut mencuat, kedua tokoh tersebut sama-sama menyatakan tidak pernah menyerahkan tulisan untuk buku tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya



