Muktamar Ke-35 NU Siapkan Bazar 12 Hari, Panitia Bidik Penguatan Ekonomi Umat

AKURAT.CO Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya mematangkan persiapan teknis penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi organisasi, tetapi juga menyiapkan bazar selama 12 hari untuk mendorong pemberdayaan ekonomi pesantren, UMKM, dan pelaku usaha warga Nahdliyin.
Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Sementara itu, area bazar akan beroperasi lebih lama guna melayani peserta, tamu undangan, warga Nahdliyin, hingga masyarakat umum yang diperkirakan memadati lokasi kegiatan.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf, sebelumnya memastikan seluruh perangkat kepanitiaan terus mematangkan berbagai kebutuhan agar pelaksanaan muktamar berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga: AS Hikam: Muktamar Ke-35 Harus Kembalikan NU sebagai Kekuatan Moral dan Intelektual Bangsa
Selain ruang sidang, akomodasi peserta, sistem keamanan, dan kantong parkir, panitia juga memberi perhatian khusus pada penyelenggaraan bazar sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi panitia yang dipublikasikan NU Online, bazar akan berlangsung selama 12 hari.
"Area bazar akan berlangsung selama 12 hari," kata Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Panitia menilai bazar bukan sekadar pelengkap rangkaian muktamar, melainkan ruang interaksi ekonomi yang mempertemukan pelaku UMKM, koperasi pesantren, produk warga Nahdliyin, dan pengunjung dari berbagai daerah.
Keberadaan bazar diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi di Jombang. Ribuan peserta, peninjau, relawan, dan tamu diproyeksikan mendorong permintaan terhadap sektor kuliner, penginapan, transportasi, jasa parkir, hingga produk usaha mikro.
Di sisi lain, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti dapur umum, pusat layanan kesehatan, jalur mobilitas peserta, sistem keamanan terpadu, serta pengaturan lalu lintas dan kebersihan kawasan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama hampir dua pekan.
Selain persiapan teknis, badan otonom NU juga terus melakukan konsolidasi organisasi untuk mendukung kelancaran Muktamar Ke-35.
Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Dibayangi Cuaca Bediding, RSUD Jombang Ingatkan Risiko ISPA
Secara organisatoris, muktamar akan menjadi forum tertinggi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menetapkan arah kebijakan, serta memilih kepengurusan baru PBNU. Namun dari sisi sosial-ekonomi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum pemberdayaan ekonomi umat melalui sinergi pesantren, UMKM, dan masyarakat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Muktamar Ke-35 NU diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan strategis bagi organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah penyelenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









