Apa Saja Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang?

AKURAT.CO Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU, muktamar tidak hanya menjadi momentum pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga membahas berbagai persoalan keagamaan, kebijakan organisasi, serta arah khidmat NU bagi umat dan bangsa.
Muktamar NU memiliki posisi strategis dalam menentukan perjalanan organisasi untuk periode kepengurusan berikutnya. Sejumlah agenda utama yang menjadi bagian dari forum tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU
Salah satu agenda utama Muktamar NU adalah memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum PBNU.
Rais Aam memimpin jajaran Syuriyah, sedangkan Ketua Umum memimpin struktur Tanfidziyah. Keduanya memiliki peran penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi untuk satu periode mendatang.
Pemilihan tersebut menjadi salah satu agenda yang paling mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan kepemimpinan NU.
2. Pembahasan Persoalan Keagamaan
Muktamar NU juga menjadi forum pembahasan berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Disebut Punya Modal Pengalaman untuk Pimpin PBNU
Pembahasan tersebut secara historis dilakukan melalui tradisi bahtsul masail, yakni forum kajian yang membahas persoalan hukum Islam berdasarkan khazanah keilmuan pesantren.
Sejak muktamar-muktamar awal NU, persoalan yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan sosial dan kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut menjadi salah satu ciri khas NU dalam merespons persoalan baru yang muncul di tengah umat.
3. Penetapan Program dan Kebijakan Organisasi
Agenda lainnya adalah merumuskan dan menetapkan kebijakan strategis organisasi. Pembahasan dapat mencakup berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan penguatan kelembagaan.
Dalam sejarah NU, sejumlah kebijakan penting lahir dari forum muktamar. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan pendidikan melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif NU.
Muktamar juga menjadi ruang untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun agenda strategis yang akan dijalankan pada periode berikutnya.
4. Menentukan Arah Khidmat NU untuk Umat dan Bangsa
Muktamar juga menjadi forum untuk menentukan sikap dan arah perjuangan NU dalam merespons berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara.
Sebagai organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas, NU tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan kehidupan kebangsaan.
Karena itu, keputusan yang dihasilkan dalam muktamar diharapkan dapat menjadi pedoman bagi organisasi dalam menjalankan khidmat kepada masyarakat sekaligus merespons berbagai perubahan dan tantangan zaman.
Baca Juga: Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik karena Konflik Elite PBNU
Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, dengan demikian menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memilih kepemimpinan baru, merumuskan kebijakan, membahas persoalan keagamaan, sekaligus menentukan arah perjalanan NU dalam beberapa tahun mendatang.
Selain menentukan siapa yang akan memimpin organisasi, hasil muktamar juga akan menjadi penentu arah NU dalam memperkuat peran keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebangsaan di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









