Jelang Muktamar NU ke-35, Cak Imin Minta Politik Uang Dibongkar

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, terbebas dari praktik politik uang dan kepentingan perebutan aset organisasi.
Cak Imin menyerukan agar setiap indikasi penggunaan uang dalam proses muktamar diungkap dan dibongkar. Ia juga meminta forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut dikembalikan kepada para ulama.
“Yang penting mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang, mari kita murnikan kembali NU,” kata Cak Imin di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Cak Imin: Prabowonomics Dimulai dari Revisi 108 Undang-Undang, Ada Omnibus Law hingga UU Minerba
Menurut Cak Imin, Muktamar ke-35 NU tidak boleh dicemari kepentingan finansial maupun perebutan aset organisasi. Namun, ia tidak merinci dugaan praktik politik uang ataupun aset yang dimaksud serta tidak menyebut pihak tertentu yang diduga terlibat.
“NU tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan uang, terutama perebutan-perebutan aset yang ada,” ujarnya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Jombang pada Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk membahas kepengurusan sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Seruan agar muktamar terbebas dari praktik transaksional sebelumnya juga disampaikan dalam Ijtima Ulama Indonesia yang digelar PKB. Forum tersebut merekomendasikan agar proses Muktamar NU tidak diwarnai transaksi politik maupun pemanfaatan struktur Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk kepentingan tertentu.
Ketua DPP PKB Maman Imanulhaq mengatakan rekomendasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pelaksanaan muktamar yang lebih substantif.
“Ijtima Ulama meminta agar Muktamar di Jombang besok betul-betul jauh dari praktik transaksional, jauh dari praktik-praktik yang hanya memanfaatkan PC-PC NU,” kata Maman.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Disebut Punya Modal Pengalaman untuk Pimpin PBNU
Selain persoalan pelaksanaan muktamar, Ijtima Ulama juga mendorong penguatan kembali peran NU dalam mengawal kebijakan pemerintah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan sebagai masukan menjelang Muktamar ke-35 NU. Para ulama dan kiai diharapkan memiliki peran dalam mendorong pembenahan organisasi serta memastikan muktamar berjalan sesuai dengan prinsip musyawarah dan kepentingan umat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







