Akurat Logo

Jelang Muktamar NU ke-35, Cak Imin Minta Politik Uang Dibongkar

Lufaefi | 27 Juli 2026, 10:30 WIB
Jelang Muktamar NU ke-35, Cak Imin Minta Politik Uang Dibongkar
Muhaimin Iskandar Pimpinan PKB (Instagram @mataraman.guide)

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, terbebas dari praktik politik uang dan kepentingan perebutan aset organisasi.

Cak Imin menyerukan agar setiap indikasi penggunaan uang dalam proses muktamar diungkap dan dibongkar. Ia juga meminta forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut dikembalikan kepada para ulama.

“Yang penting mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang, mari kita murnikan kembali NU,” kata Cak Imin di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Cak Imin: Prabowonomics Dimulai dari Revisi 108 Undang-Undang, Ada Omnibus Law hingga UU Minerba

Menurut Cak Imin, Muktamar ke-35 NU tidak boleh dicemari kepentingan finansial maupun perebutan aset organisasi. Namun, ia tidak merinci dugaan praktik politik uang ataupun aset yang dimaksud serta tidak menyebut pihak tertentu yang diduga terlibat.

“NU tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan uang, terutama perebutan-perebutan aset yang ada,” ujarnya.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Jombang pada Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk membahas kepengurusan sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.

Seruan agar muktamar terbebas dari praktik transaksional sebelumnya juga disampaikan dalam Ijtima Ulama Indonesia yang digelar PKB. Forum tersebut merekomendasikan agar proses Muktamar NU tidak diwarnai transaksi politik maupun pemanfaatan struktur Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk kepentingan tertentu.

Ketua DPP PKB Maman Imanulhaq mengatakan rekomendasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pelaksanaan muktamar yang lebih substantif.

“Ijtima Ulama meminta agar Muktamar di Jombang besok betul-betul jauh dari praktik transaksional, jauh dari praktik-praktik yang hanya memanfaatkan PC-PC NU,” kata Maman.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Disebut Punya Modal Pengalaman untuk Pimpin PBNU

Selain persoalan pelaksanaan muktamar, Ijtima Ulama juga mendorong penguatan kembali peran NU dalam mengawal kebijakan pemerintah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan sebagai masukan menjelang Muktamar ke-35 NU. Para ulama dan kiai diharapkan memiliki peran dalam mendorong pembenahan organisasi serta memastikan muktamar berjalan sesuai dengan prinsip musyawarah dan kepentingan umat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi