Lokasi Muktamar ke-35 NU Akan Diputuskan pada 7 Juli 2026

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menetapkan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 7 Juli 2026 setelah tim survei menyelesaikan peninjauan terhadap sejumlah calon lokasi yang diusulkan sebagai tuan rumah.
Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang sebelumnya membentuk Tim Survei Lokasi Muktamar.
Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni mengatakan tim survei dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Muktamar, KH Ahmad Said Asrori, dengan Sekretaris SC Prof Dr Muhammad Nuh sebagai sekretaris tim.
Baca Juga: Sekjen Golkar: NU Perlu Perkuat Peran dalam Politik Kebangsaan, Kurangi Politik Praktis
"Ketua Tim Survei adalah Ketua SC, yaitu Kiai Ahmad Said Asrori, sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh," kata Amin Said usai Rapat Harian Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
PBNU menetapkan lima provinsi sebagai kandidat penyelenggara Muktamar ke-35 NU. Tim survei akan menilai kesiapan sejumlah pondok pesantren yang diusulkan sebagai lokasi pelaksanaan.
Lokasi yang akan disurvei meliputi Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat; Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta; Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon, Jawa Barat; Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur; Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang sebagai calon lokasi pembukaan Muktamar; serta Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Ada juga kemungkinan Pondok Pesantren Tambakberas, dengan catatan Tambakberas akan disurvei untuk lokasi pembukaan Muktamar. Kemudian yang kelima ada Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok," ujar Amin Said.
Tim survei dijadwalkan bekerja pada 4–5 Juli 2026. Hasil peninjauan selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026.
Baca Juga: Sekjen PBNU: Usulan RUU LGBT dari MUI Perlu Dikaji dan Didiskusikan Secara Mendalam
"Insyaallah, pada Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah tanggal 7 Juli itu sudah bisa diputuskan mengenai lokasi Muktamar yang final," pungkasnya.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 dan menjadi forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama untuk menetapkan arah kebijakan organisasi serta memilih kepengurusan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









