PBNU Instruksikan Nahdliyin Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar ke-35 NU

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin di Indonesia untuk menggelar munajat, riyadhoh, serta doa bersama menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat PBNU Nomor 552/PB.01/A.II.08.47/99/07/2026 tentang Instruksi Melakukan Munajat dan Riyadhoh. Surat ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf.
Surat itu ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), pengasuh pondok pesantren di lingkungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), serta takmir masjid dan mushala.
Baca Juga: IKA PMII UI Dorong Munculnya Figur Alternatif Jelang Muktamar NU, Sebut Gus Hery Layak Pimpin PBNU
Dalam surat tersebut, PBNU mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama memanjatkan doa bagi para muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus memohon kelancaran dan keberkahan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
"Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 1-5 Agustus 2026, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan munajat, riyadhoh, serta doa bersama yang dikhususkan kepada muassis Jam'iyyah Nahdlatul Ulama serta untuk kesuksesan dan keberkahan agenda permusyawaratan tertinggi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama tersebut," demikian bunyi surat PBNU.
Sebelumnya, PBNU menetapkan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026 melalui Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.
Sementara itu, lokasi penyelenggaraan Muktamar masih menunggu hasil survei yang dilakukan tim bentukan PBNU terhadap sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah. Wilayah yang masuk dalam proses penilaian meliputi Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat.
Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni mengatakan tim survei dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Muktamar, KH Ahmad Said Asrori, dengan Sekretaris SC Prof Dr Muhammad Nuh sebagai sekretaris tim.
Baca Juga: PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Final Diputuskan 7 Juli
"Ketua Tim Survei adalah Ketua SC, yaitu Kiai Ahmad Said Asrori, sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, Prof Dr Muhammad Nuh," kata Amin Said.
Tim dijadwalkan meninjau sembilan pondok pesantren yang diusulkan sebagai lokasi Muktamar maupun pembukaan Muktamar. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar PBNU dalam menetapkan lokasi final pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









