Akurat Logo

Seperti Apa Rangkaian Ibadah Haji Umat Islam di Tanah Suci? Ini Urutannya

Lufaefi | 25 Mei 2026, 08:20 WIB
Seperti Apa Rangkaian Ibadah Haji Umat Islam di Tanah Suci? Ini Urutannya
Rangkaian ibadah haji umat Islam (google image)

AKURAT.CO Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan.

Setiap tahun jutaan Muslim dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rangkaian ibadah yang menjadi simbol ketundukan dan persatuan umat Islam di hadapan Allah SWT.

Kewajiban haji ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

“Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (QS. Ali Imran: 97)

Rangkaian ibadah haji dimulai dengan ihram. Jamaah mengenakan pakaian ihram dan berniat melaksanakan haji dari miqat yang telah ditentukan. Pada tahap ini, jamaah mulai menjaga berbagai larangan ihram seperti tidak memotong rambut, tidak memakai wewangian, dan tidak melakukan pertengkaran.

Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sekaligus Puasa Qadha Ramadhan? Begini Niatnya

Setelah berihram, jamaah membaca talbiyah sebagai bentuk panggilan memenuhi seruan Allah SWT:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Setibanya di Kota Makkah, jamaah melaksanakan thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Thawaf menjadi simbol kecintaan dan penghambaan kepada Allah SWT sebagai pusat orientasi kehidupan seorang Muslim.

Setelah thawaf, jamaah melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Ibadah ini mengenang perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Puncak ibadah haji berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijjah, yakni wukuf di Arafah. Seluruh jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

“Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi)

Setelah matahari terbenam, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah.

Keesokan harinya jamaah menuju Mina untuk melontar jumrah Aqabah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan. Pada hari-hari tasyrik, jamaah kembali melontar tiga jumrah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah.

Setelah itu jamaah melaksanakan tahallul dengan mencukur atau memotong rambut sebagai tanda berakhirnya sebagian larangan ihram. Jamaah kemudian melaksanakan thawaf ifadah yang menjadi salah satu rukun haji.

Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah biasanya melakukan thawaf wada atau thawaf perpisahan sebagai penghormatan terakhir kepada Baitullah.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Arafah, Pendek dan Mudah Dihafalkan

Rangkaian ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan kesabaran, pengorbanan, persaudaraan, dan ketundukan total kepada Allah SWT.

Seluruh prosesi haji menyimpan makna mendalam tentang kesetaraan manusia, karena semua jamaah mengenakan pakaian sederhana tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan.

Melalui ibadah haji, umat Islam diingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan sementara menuju Allah SWT. Karena itu, haji bukan hanya ritual tahunan, melainkan momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi