Akurat Logo

Bacaan Niat Puasa Arafah, Pendek dan Mudah Dihafalkan

Lufaefi | 25 Mei 2026, 07:42 WIB
Bacaan Niat Puasa Arafah, Pendek dan Mudah Dihafalkan
Ilustrasi Bacaan Niat Puasa Arafah (google image)

AKURAT.CO Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar, di antaranya dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

Karena besarnya keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa Arafah dengan sebaik-baiknya, termasuk menghadirkan niat sebagai syarat utama ibadah.

Baca Juga: Lupa Niat Puasa Tarwiyah, Apakah Bisa Diganti Niat di Waktu Siang?

Dalam Islam, niat merupakan pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Niat juga menjadi bentuk kesungguhan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun bacaan niat puasa Arafah yang umum dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta‘ala.”

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala.”

Niat tersebut dapat dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar. Meski demikian, dalam puasa sunnah, sebagian ulama membolehkan niat dilakukan pada pagi atau siang hari selama belum makan, minum, ataupun melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Selain membaca niat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan istighfar pada hari Arafah. Hari tersebut termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

Momentum puasa Arafah bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam hendaknya memanfaatkan hari mulia tersebut dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Baca Juga: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya

Bagi masyarakat yang ingin menghafalkan niat puasa Arafah, lafaznya tergolong singkat dan mudah diingat. Cukup memahami maknanya serta menghadirkan kesadaran dalam hati bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

Keutamaan puasa Arafah menjadi pengingat bahwa Islam selalu membuka pintu pahala yang luas bagi hamba-Nya. Dengan amalan yang sederhana namun penuh keikhlasan, seorang Muslim dapat memperoleh ampunan dan keberkahan yang besar dari Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi