Lupa Niat Puasa Tarwiyah, Apakah Bisa Diganti Niat di Waktu Siang?

AKURAT.CO Puasa Tarwiyah merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Banyak umat Islam berusaha menghidupkan hari tersebut dengan berpuasa sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang lupa berniat puasa pada malam hari, lalu muncul pertanyaan: apakah niat puasa Tarwiyah masih bisa dilakukan pada waktu siang?
Dalam kajian fikih Islam, persoalan niat menjadi pembahasan penting karena niat merupakan syarat sah ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa ibadah tanpa niat tidak memiliki nilai kesempurnaan di sisi syariat. Akan tetapi, para ulama membedakan antara puasa wajib dan puasa sunnah dalam hal waktu berniat.
Untuk puasa wajib seperti Ramadan, qadha, dan nazar, mayoritas ulama mensyaratkan niat dilakukan sejak malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Baca Juga: Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026? Catat Jadwal Lengkapnya Sebelum Idul Adha
Namun ketentuan tersebut berbeda pada puasa sunnah, termasuk puasa Tarwiyah. Dalam puasa sunnah, seseorang diperbolehkan berniat pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Dasarnya adalah hadis riwayat Sayyidah Aisyah RA. Beliau berkata:
دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟ فَقُلْنَا: لَا. قَالَ: فَإِنِّي إِذًا صَائِمٌ
“Suatu hari Nabi SAW datang kepadaku lalu bertanya, ‘Apakah ada makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak ada.’ Maka beliau berkata, ‘Kalau begitu, aku berpuasa.’” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi dalil bahwa Rasulullah SAW memulai niat puasa sunnah pada siang hari setelah memastikan belum makan ataupun minum. Para ulama kemudian menjelaskan bahwa kebolehan tersebut berlaku selama seseorang belum melakukan pembatal puasa sejak pagi.
Dengan demikian, apabila seseorang lupa berniat puasa Tarwiyah pada malam hari, lalu baru teringat pada pagi atau siang hari, maka ia masih diperbolehkan berniat puasa sunnah, asalkan sejak subuh belum makan, minum, ataupun melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam mazhab Syafi’i dijelaskan bahwa niat puasa sunnah boleh dilakukan sebelum tergelincir matahari atau sebelum masuk waktu Zuhur. Adapun sebagian ulama mazhab lain memberikan kelonggaran selama sebagian besar waktu siang masih tersisa.
Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan membiasakan niat sejak malam hari agar lebih hati-hati dan memperoleh keutamaan puasa secara sempurna. Sebab niat bukan sekadar ucapan lisan, melainkan kesadaran hati untuk beribadah kepada Allah SWT.
Puasa Tarwiyah sendiri memiliki nilai spiritual yang besar karena menjadi bagian dari rangkaian ibadah awal Dzulhijjah, hari-hari yang sangat dicintai Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding hari-hari ini.” (HR. Bukhari)
Baca Juga: Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya
Karena itu, semangat beribadah hendaknya tidak padam hanya karena lupa berniat pada malam hari. Selama syarat-syarat puasa sunnah masih terpenuhi, seseorang tetap dapat melanjutkan niat puasanya dan berharap pahala dari Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





