Akurat Logo

Bolehkah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sekaligus Puasa Qadha Ramadhan? Begini Niatnya

Lufaefi | 25 Mei 2026, 08:06 WIB
Bolehkah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sekaligus Puasa Qadha Ramadhan? Begini Niatnya
Ilustrasi Puasa Tarwiyah Arafah Sekaligus Puasa Qadha Ramadhan (google image)

AKURAT.CO Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Banyak umat Islam memanfaatkan dua hari mulia tersebut untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala besar dari Allah SWT.

Di sisi lain, sebagian umat Islam masih memiliki utang puasa Ramadan yang belum sempat ditunaikan. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah puasa Tarwiyah dan Arafah boleh digabung dengan puasa qadha Ramadan?

Dalam kajian fikih, para ulama menjelaskan bahwa menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah hukumnya diperbolehkan. Seseorang dapat berniat mengqadha puasa Ramadan sambil berharap memperoleh keutamaan puasa sunnah Tarwiyah atau Arafah.

Hal tersebut didasarkan pada kaidah bahwa puasa wajib lebih utama untuk didahulukan dibanding puasa sunnah. Namun ketika pelaksanaannya bertepatan dengan hari yang memiliki keutamaan khusus, maka diharapkan pahala sunnahnya juga ikut diperoleh.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Arafah, Pendek dan Mudah Dihafalkan

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, lalu ia berbuka, maka wajib mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat tersebut menunjukkan pentingnya mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan. Karena itu, sebagian ulama menilai qadha puasa lebih utama diprioritaskan sebelum memperbanyak puasa sunnah.

Meski demikian, banyak ulama juga menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa memperoleh keutamaan waktu mulia ketika qadha dilakukan pada hari Tarwiyah atau Arafah. Dengan kata lain, satu puasa dapat menghadirkan dua harapan pahala: pahala qadha sebagai kewajiban dan pahala bertepatan dengan hari sunnah yang istimewa.

Adapun niat yang dapat dibaca untuk puasa qadha Ramadan yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah atau Arafah adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala.”

Artinya:

“Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha fardu Ramadan karena Allah Ta‘ala.”

Jika seseorang ingin menghadirkan niat qadha sekaligus berharap keutamaan Tarwiyah atau Arafah, maka cukup berniat puasa qadha Ramadan. Sebab niat wajib sudah mencakup pelaksanaan puasa pada hari yang mulia tersebut.

Dalam hadis disebutkan keutamaan puasa Arafah:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Lupa Niat Puasa Tarwiyah, Apakah Bisa Diganti Niat di Waktu Siang?

Sementara hari-hari awal Dzulhijjah juga termasuk waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari)

Karena itu, umat Islam tidak perlu ragu mengisi hari Tarwiyah dan Arafah dengan puasa qadha Ramadan. Selain menunaikan kewajiban, seseorang juga tetap dapat berharap keberkahan dan pahala dari kemuliaan hari-hari tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi