Bolehkah Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Sekaligus Puasa Qadha Ramadhan? Begini Niatnya

AKURAT.CO Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulhijjah.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Banyak umat Islam memanfaatkan dua hari mulia tersebut untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala besar dari Allah SWT.
Di sisi lain, sebagian umat Islam masih memiliki utang puasa Ramadan yang belum sempat ditunaikan. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah puasa Tarwiyah dan Arafah boleh digabung dengan puasa qadha Ramadan?
Dalam kajian fikih, para ulama menjelaskan bahwa menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah hukumnya diperbolehkan. Seseorang dapat berniat mengqadha puasa Ramadan sambil berharap memperoleh keutamaan puasa sunnah Tarwiyah atau Arafah.
Hal tersebut didasarkan pada kaidah bahwa puasa wajib lebih utama untuk didahulukan dibanding puasa sunnah. Namun ketika pelaksanaannya bertepatan dengan hari yang memiliki keutamaan khusus, maka diharapkan pahala sunnahnya juga ikut diperoleh.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Arafah, Pendek dan Mudah Dihafalkan
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, lalu ia berbuka, maka wajib mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan. Karena itu, sebagian ulama menilai qadha puasa lebih utama diprioritaskan sebelum memperbanyak puasa sunnah.
Meski demikian, banyak ulama juga menjelaskan bahwa seseorang tetap bisa memperoleh keutamaan waktu mulia ketika qadha dilakukan pada hari Tarwiyah atau Arafah. Dengan kata lain, satu puasa dapat menghadirkan dua harapan pahala: pahala qadha sebagai kewajiban dan pahala bertepatan dengan hari sunnah yang istimewa.
Adapun niat yang dapat dibaca untuk puasa qadha Ramadan yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah atau Arafah adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana lillahi ta‘ala.”
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk mengqadha fardu Ramadan karena Allah Ta‘ala.”
Jika seseorang ingin menghadirkan niat qadha sekaligus berharap keutamaan Tarwiyah atau Arafah, maka cukup berniat puasa qadha Ramadan. Sebab niat wajib sudah mencakup pelaksanaan puasa pada hari yang mulia tersebut.
Dalam hadis disebutkan keutamaan puasa Arafah:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Lupa Niat Puasa Tarwiyah, Apakah Bisa Diganti Niat di Waktu Siang?
Sementara hari-hari awal Dzulhijjah juga termasuk waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari)
Karena itu, umat Islam tidak perlu ragu mengisi hari Tarwiyah dan Arafah dengan puasa qadha Ramadan. Selain menunaikan kewajiban, seseorang juga tetap dapat berharap keberkahan dan pahala dari kemuliaan hari-hari tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




