Akurat Logo

7 Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah, Pahalanya tak Tertandingi!

Lufaefi | 18 Mei 2026, 05:37 WIB
7 Keutamaan Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah, Pahalanya tak Tertandingi!
Keistimewaan Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah (NU Online)

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunah pada sembilan hari pertama Dzulhijjah, terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Keutamaan puasa di bulan ini begitu besar hingga disebut sebagai amalan yang sangat dicintai Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari).

Hadis ini menunjukkan bahwa amal ibadah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keistimewaan luar biasa, termasuk puasa sunah.

Keutamaan pertama, puasa Dzulhijjah menjadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Ketika seorang Muslim menahan lapar, haus, dan hawa nafsu demi mencari ridha Allah, maka ia sedang menjalankan salah satu bentuk ibadah terbaik di hari-hari mulia.

Kedua, puasa Arafah memiliki pahala penghapus dosa dua tahun. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa Arafah aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Sejarah Penamaan Bulan Dzulhijjah dalam Islam

Keutamaan ketiga, puasa Dzulhijjah menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan dunia, puasa melatih seorang Muslim untuk mengendalikan diri dan memperkuat spiritualitasnya.

Keempat, pahala amal saleh pada bulan Dzulhijjah dilipatgandakan. Karena itu, puasa yang dilakukan pada hari-hari ini memiliki nilai pahala yang sangat besar dibanding hari-hari biasa.

Kelima, puasa Dzulhijjah menjadi bentuk meneladani Rasulullah SAW. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa melaksanakan puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah.

Keenam, puasa pada bulan ini membuka peluang besar untuk mendapatkan ampunan Allah SWT. Dengan memperbanyak ibadah dan taubat, seorang Muslim dapat membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Ketujuh, puasa Dzulhijjah menjadi persiapan spiritual menyambut Hari Raya Iduladha. Ibadah ini mengajarkan makna pengorbanan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah kurban.

Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa pada hari-hari mulia ini.

Baca Juga: 10 Keistimewaan Bulan Dzulhijjah yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Allah SWT bahkan bersumpah dengan sepuluh malam pertama Dzulhijjah dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2).

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menjadi bukti betapa agungnya waktu tersebut di sisi Allah SWT.

Karena itu, jangan sampai kesempatan emas di bulan Dzulhijjah berlalu begitu saja. Puasa sunah di bulan ini bukan hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi jalan meraih ampunan, keberkahan, dan cinta Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi