Akurat Logo

10 Keistimewaan Bulan Dzulhijjah yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Lufaefi | 18 Mei 2026, 05:30 WIB
10 Keistimewaan Bulan Dzulhijjah yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Amalan Bulan Dzulhijjah dalam Islam (NU Online)

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu momentum istimewa dalam kalender Islam. Sayangnya, banyak umat Islam yang hanya mengenal bulan ini sebatas waktu pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban.

Padahal, Dzulhijjah menyimpan banyak keutamaan besar yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi di sisi Allah SWT.

Bulan ini merupakan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah.

Keistimewaan pertama, Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36).

Kedua, sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik dalam setahun. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari).

Baca Juga: Penerbangan Jemaah hingga Bus Selawat Jelang Puncak Haji Jadi Pengawasan Ketat DPR

Ketiga, Allah SWT bersumpah dengan sepuluh malam pertama Dzulhijjah dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2).

Sebagian besar ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan kemuliaannya yang luar biasa.

Keempat, pada bulan ini terdapat ibadah haji, rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap Muslim. Kelima, terdapat Hari Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa Arafah aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

Keenam, Dzulhijjah juga menjadi bulan disyariatkannya ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT. Ketujuh, amal ibadah pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya, baik sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, maupun puasa sunnah.

Kedelapan, Dzulhijjah menjadi momentum memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak zikir pada hari-hari tersebut.

Baca Juga: Kapan Puasa Dzulhijjah 2026? Ini Jadwal dan Bacaan Niatnya

Kesembilan, pada bulan ini terdapat Hari Nahr atau Iduladha yang disebut sebagai hari paling agung di sisi Allah. Kesepuluh, Dzulhijjah menjadi bulan refleksi tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam ketaatan serta pengorbanan kepada Allah SWT.

Melihat begitu banyak keistimewaan tersebut, sudah sepatutnya umat Islam tidak melewatkan bulan Dzulhijjah begitu saja. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian sosial. Sebab bisa jadi, Dzulhijjah tahun ini menjadi kesempatan terbaik untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi