Akurat Logo

Puasa Sunah Bulan Dzulhijjah Berapa Hari? Berikut Ketentuan Pelaksanaannya!

Lufaefi | 18 Mei 2026, 07:00 WIB
Puasa Sunah Bulan Dzulhijjah Berapa Hari? Berikut Ketentuan Pelaksanaannya!
Ilustrasi Puasa Sunah Bulan Dzulhijjah (Google Image)

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunah.

Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya, sebenarnya puasa sunah Dzulhijjah dilaksanakan berapa hari dan bagaimana ketentuan pelaksanaannya?

Secara umum, puasa sunah Dzulhijjah dilakukan pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, yaitu mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Adapun tanggal 10 Dzulhijjah merupakan Hari Raya Iduladha yang diharamkan untuk berpuasa.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya memperbanyak amal ibadah pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Beliau bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (HR. Bukhari).

Baca Juga: Sejarah Penamaan Bulan Dzulhijjah dalam Islam

Karena itu, para ulama menganjurkan puasa sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah bagi yang mampu menjalankannya.

Namun, jika tidak mampu melaksanakan seluruhnya, umat Islam tetap dianjurkan berpuasa pada hari-hari tertentu, terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

“Puasa Arafah aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

Adapun ketentuan pelaksanaan puasa Dzulhijjah pada dasarnya sama seperti puasa sunah lainnya. Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa disertai niat karena Allah SWT.

Niat puasa Dzulhijjah dapat dilakukan pada malam hari maupun sebelum waktu zawal atau tergelincir matahari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Salah satu bacaan niat yang umum digunakan adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ ذِي الْحِجَّةِ لِلَّهِ تَعَالَى

“Aku berniat puasa sunah Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Selain puasa Arafah, sebagian umat Islam juga mengenal puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah. Meskipun terdapat perbedaan pendapat ulama terkait kekuatan hadis khusus tentang puasa Tarwiyah, berpuasa pada hari tersebut tetap termasuk bagian dari amal saleh di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Baca Juga: Sejarah Penamaan Bulan Dzulhijjah dalam Islam

Yang perlu diperhatikan, umat Islam dilarang berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah serta hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim).

Melalui puasa sunah Dzulhijjah, seorang Muslim tidak hanya memperoleh pahala besar, tetapi juga melatih ketakwaan, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah SWT. Karena itu, bulan mulia ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak ibadah dan meraih ampunan-Nya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi