Akurat Logo

Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Ini Prediksi Muhammadiyah, BMKG, BRIN, dan Pemerintah

Lufaefi | 19 Maret 2026, 09:35 WIB
Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Ini Prediksi Muhammadiyah, BMKG, BRIN, dan Pemerintah
Lebaran Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah dan BRIN

AKURAT.CO Umat Islam di Indonesia bersiap menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Namun, kepastian tanggal 1 Syawal 1447 H masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026) sore ini.

Penetapan Idul Fitri di Indonesia dilakukan melalui dua metode, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Pemerintah akan memadukan hasil perhitungan posisi bulan dengan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah sebelum mengumumkan keputusan resmi.

Sejumlah lembaga dan organisasi Islam telah menyampaikan prediksi awal. Berdasarkan perhitungan yang ada, Idul Fitri 1447 H berpotensi jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 atau Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca Juga: 30 Ucapan Idul Fitri 2026 Singkat yang Cocok untuk Status WA dan Instagram

Muhammadiyah: 20 Maret 2026

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Penetapan tersebut didasarkan pada Parameter Kalender Global (PKG), dengan kriteria tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat saat Matahari terbenam. Muhammadiyah menyatakan parameter itu telah terpenuhi di sejumlah wilayah.

BMKG: Hilal Masih Rendah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0,91 derajat di Merauke hingga 3,13 derajat di Sabang. Sementara elongasi diperkirakan antara 4,54 derajat di Waris, Papua hingga 6,1 derajat di Banda Aceh.

Data tersebut menunjukkan posisi hilal masih berada di sekitar batas minimal pengamatan. Dengan kondisi itu, hasil rukyatul hilal akan sangat menentukan. Berdasarkan perhitungan BMKG, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

BRIN: 21 Maret 2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa secara astronomi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS pada 19 Maret 2026.

"Fakta astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," ujar Thomas.

Ia menambahkan, "Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat."

Baca Juga: PBNU Duga Ada Upaya Manipulasi Data Hisab oleh Kemenag untuk Penyatuan Idul Fitri 1447 H

Pemerintah dan NU Menunggu Sidang Isbat

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyatakan sidang isbat dilaksanakan berdasarkan data hisab dan hasil rukyatul hilal yang telah diverifikasi. Sidang tersebut melibatkan pakar astronomi dari BMKG dan BRIN, perwakilan planetarium dan observatorium, serta organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Sebelum sidang, biasanya digelar seminar posisi hilal dan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. Hasil sidang isbat akan menjadi dasar penetapan resmi Idul Fitri 1447 H oleh pemerintah.

Dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Syawal 1447 H tercantum pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi