Akurat

Kapan Idulfitri 2026 Diperkirakan Jatuh? Cek Kepastiannya di Sini!

Lufaefi | 28 Februari 2026, 08:17 WIB
Kapan Idulfitri 2026 Diperkirakan Jatuh? Cek Kepastiannya di Sini!

AKURAT.CO Umat Islam yang tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah tentu mulai bertanya-tanya: kapan Hari Raya Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh? Pertanyaan ini biasanya muncul menjelang akhir Ramadhan, terutama untuk persiapan mudik, cuti, hingga pelaksanaan salat Id.

Sebagaimana diketahui, awal Ramadhan 1447 H dimulai pada 19 Februari 2026. Jika dihitung berdasarkan kemungkinan jumlah hari dalam kalender Hijriah, yakni 29 atau 30 hari, maka Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.

Perhitungannya sebagai berikut:

  • Jika Ramadhan berlangsung 29 hari, maka 29 Ramadhan jatuh pada 19 Maret 2026, sehingga 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri diperkirakan pada 20 Maret 2026.

  • Jika Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari, maka 30 Ramadhan jatuh pada 20 Maret 2026, dan Idulfitri diperkirakan pada 21 Maret 2026.

Namun demikian, kepastian tanggal Idulfitri tidak hanya berdasarkan hitungan kalender semata. Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal secara resmi. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung terhadap bulan sabit).

Baca Juga: Berapa Lama Puasa Ramadhan 2025 Berlangsung? Cek Perhitungannya di Sini!

Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya berpuasa ketika melihat hilal dan berbuka ketika melihatnya. Jika hilal tidak terlihat karena tertutup awan atau faktor lainnya, maka bulan Ramadhan disempurnakan menjadi 30 hari. Prinsip inilah yang membuat tanggal Idulfitri bisa berbeda setiap tahunnya.

Kalender Hijriah memang berbasis pada peredaran bulan (qamariyah), berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari. Satu bulan Hijriah rata-rata berlangsung 29,5 hari, sehingga dalam praktiknya dibulatkan menjadi 29 atau 30 hari.

Menjelang Idulfitri, suasana biasanya semakin semarak. Aktivitas mudik, belanja kebutuhan lebaran, pembagian zakat fitrah, hingga persiapan takbiran menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Indonesia. Idulfitri sendiri menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Selain itu, Idulfitri juga menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan dan menjadi hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa. Karena itu, mengetahui perkiraan tanggalnya penting agar masyarakat dapat merencanakan berbagai kebutuhan dengan matang.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 H. Perbedaan metode perhitungan terkadang membuat sebagian organisasi keagamaan memiliki penetapan yang berbeda, meskipun umumnya selisihnya hanya satu hari.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, tergantung pada hasil rukyat dan keputusan sidang isbat. Umat Islam diharapkan terus memaksimalkan ibadah di sisa hari Ramadhan sembari menantikan hari kemenangan.

Baca Juga: Hari Ini 28 Februari 2026 Hari Puasa ke Berapa? Cek Jadwal Lengkap Puasa Ramadhan 2026

QnA Seputar Idulfitri 2026

1. Kapan Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh?
Diperkirakan pada 20 atau 21 Maret 2026, tergantung jumlah hari Ramadhan.

2. Mengapa tanggal Idulfitri bisa berbeda?
Karena penetapan 1 Syawal berdasarkan rukyatul hilal dan hisab, sehingga bisa 29 atau 30 hari.

3. Siapa yang menetapkan tanggal resmi Idulfitri di Indonesia?
Pemerintah melalui Kementerian Agama lewat sidang isbat.

4. Apa yang menentukan akhir Ramadhan?
Terlihatnya hilal atau penggenapan bulan menjadi 30 hari jika hilal tidak terlihat.

5. Mengapa penting mengetahui perkiraan Idulfitri?
Agar masyarakat dapat mempersiapkan mudik, cuti, dan kebutuhan Hari Raya dengan lebih baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi