Akurat

Kapan Puasa 2026 Versi NU? Ini Hasil Perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU

Lufaefi | 16 Februari 2026, 13:53 WIB
Kapan Puasa 2026 Versi NU? Ini Hasil Perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU

AKURAT.CO Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan perhitungan posisi hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau puasa 2026. Meski demikian, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan secara resmi tanggal 1 Ramadhan dan masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.

Secara organisatoris, NU tidak menetapkan awal bulan Hijriah secara mandiri, termasuk awal Ramadhan dan hari raya. Mengacu pada keputusan Muktamar ke-20 tahun 1954, NU menggunakan mekanisme ikhbar, yakni mengikuti dan meneruskan keputusan resmi Pemerintah Republik Indonesia kepada warga nahdliyin.

Keputusan tersebut merupakan penjabaran dhawuh Rois Akbar PBNU, Hasyim Asy'ari, terkait penetapan awal bulan Hijriah dalam kaitannya dengan otoritas pemerintah. Dengan demikian, pengumuman resmi NU mengenai awal puasa 2026 akan disampaikan setelah pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H melalui sidang isbat.

Baca Juga: Kapan Sholat Tarawih Pertama Ramadhan 2026? Cek Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah

Hasil Hisab Lembaga Falakiyah PBNU

Meski belum menetapkan secara resmi, Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan perhitungan menggunakan metode ilmu falak khas NU, yakni sistem hisab jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer.

Perhitungan dilakukan untuk Selasa Kliwon, 29 Sya’ban 1447 H yang bertepatan dengan 17 Februari 2026, dengan markaz nasional di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil hisab, diperoleh data sebagai berikut:

  • Ijtima’ terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.02.02 WIB

  • Tinggi hilal mar’i: minus 1 derajat 44 menit 39 detik

  • Posisi matahari terbenam: 12 derajat 03 menit 24 detik selatan titik barat

Secara astronomis, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas. Dengan kondisi tersebut, rukyatul hilal pada 29 Sya’ban 1447 H dinyatakan tidak bersifat fardlu kifayah.

Berdasarkan perhitungan tersebut, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, melalui mekanisme istikmal atau penyempurnaan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Baca Juga: Sidang Isbat Puasa Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal Tayang di TV Nasional

Menunggu Sidang Isbat Pemerintah

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa keputusan awal Ramadhan akan ditetapkan melalui pembahasan hasil hisab dan rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

NU menegaskan tetap menghormati proses yang dilakukan pemerintah serta tetap melaksanakan pemantauan hilal sebagaimana prosedur yang berlaku. Dengan demikian, kepastian awal puasa 2026 versi NU akan diumumkan setelah hasil sidang isbat ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi