Akurat

6 Ragam Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Kamu Biasa Pakai yang Mana?

Lufaefi | 25 Februari 2026, 09:03 WIB
6 Ragam Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Kamu Biasa Pakai yang Mana?

AKURAT.CO Selama bulan suci Ramadhan, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan sahur sebagai bekal kekuatan dalam menjalani puasa. Sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum fajar, melainkan ibadah yang mengandung keberkahan. Pada waktu sahur pula dianjurkan menghadirkan niat puasa Ramadhan di dalam hati, karena niat merupakan syarat sah ibadah.

Sebagaimana kaidah fiqih menyebutkan bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Dalam konteks puasa wajib Ramadhan, mayoritas ulama menegaskan bahwa niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Mengacu pada penjelasan di NU Online, terdapat beberapa redaksi niat puasa Ramadhan yang bersumber dari berbagai kitab fiqih muktabar. Berikut beberapa di antaranya.

Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu

Redaksi niat yang dinukil dari Minhajut Thalibin dan kitab Perukunan Melayu berbunyi:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.”

Hasyiyatul Jamal dan Irsyadul Anam

Dalam kitab Hasyiyatul Jamal dan Irsyadul Anam, redaksi niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.”

Perbedaan kecil pada harakat atau susunan kata tidak mengubah makna substansial dari niat tersebut.

Asnal Mathalib

Dalam kitab Asnal Mathalib, disebutkan dua redaksi niat:

Pertama:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanata lillāhi ta'ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.”

Kedua:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هٰذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ

Nawaitu shaumal ghadi min hādzihis sanati 'an fardhi Ramadhāna.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini untuk menunaikan kewajiban Ramadhan.”

Baca Juga: Tips Jaga Stamina Selama Puasa Ramadhan Menurut Panduan Islam

I’anatut Thalibin

Dalam kitab I'anatut Thalibin, terdapat redaksi yang lebih ringkas:

نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ

Nawaitu shauma Ramadhāna.

Artinya: “Aku berniat puasa bulan Ramadhan.”

Dan juga:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ

Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhāna.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.”

Para ulama menegaskan bahwa yang terpenting adalah hadirnya niat di dalam hati. Pelafalan niat membantu menghadirkan kesadaran, tetapi bukan syarat mutlak jika hati telah berniat.

Ketentuan Waktu Imsak

Menurut penjelasan Kementerian Agama Republik Indonesia, waktu imsak di Indonesia biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum masuk waktu Subuh. Secara syar’i, batas dimulainya puasa adalah terbitnya fajar shadiq.

Sebagian ulama memandang bahwa ketika waktu Subuh sudah sangat dekat, sebaiknya seseorang berhenti makan sebagai bentuk kehati-hatian. Namun ada pula pendapat yang membolehkan makan hingga benar-benar masuk waktu Subuh.

Baca Juga: Apa Itu Mokel? Sering Viral di Ramadan, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Penetapan waktu imsak bukan untuk memajukan awal puasa dari ketentuan syariat, melainkan sebagai langkah preventif agar kaum Muslimin tidak melewati batas tanpa sadar.

Dengan memahami ragam redaksi niat dan ketentuan waktunya, umat Islam dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan lebih mantap, tertib, dan sesuai tuntunan para ulama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi