Akurat

Lawan Rais Aam, Gus Yahya Kumpulkan Kiai Malam Ini, Sekjend Tak Diundang

Fajar Rizky Ramadhan | 23 November 2025, 18:22 WIB
Lawan Rais Aam, Gus Yahya Kumpulkan Kiai Malam Ini, Sekjend Tak Diundang

AKURAT.CO Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dijadwalkan mengumpulkan puluhan kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama malam ini.

Namun, yang mencuri perhatian adalah absennya nama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari daftar undangan resmi.

Surat undangan bernomor 4773/PB.23/B.I.01.08/99/11/2025 beredar luas di kalangan internal NU. Acara bertajuk Silaturahim Alim Ulama itu dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 WIB di lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Surat itu bertanggal 22 November 2025 dan ditandatangani langsung oleh KH Yahya Cholil Staquf. Tidak terdapat tanda tangan Sekjen PBNU.

Dalam tradisi PBNU, agenda yang menghimpun ulama sepuh dan tokoh kharismatik biasanya melibatkan Rais Aam sebagai pucuk kepemimpinan Syuriyah. Absennya beliau dari daftar undangan menambah panjang spekulasi adanya ketegangan antara kepemimpinan Tanfidziyah dan Syuriyah.

Baca Juga: PBNU Dinilai Lumpuh Total, Kritik Nadirsyah Hosen Menampar Keras Kepemimpinan Gus Yahya

Setidaknya terdapat 76 nama ulama terkemuka yang tercantum dalam lampiran undangan. Dalam daftar itu muncul tokoh-tokoh nasional seperti Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH A Mustofa Bisri, Habib Luthfi bin Yahya, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Prof Dr KH Ma’ruf Amin, KH Mutawakkil Alallah, KH Ulin Nuha Arwani, KH Abdullah Ubab Maimoen, hingga Dr KH Abdul Ghafur Maimoen.

Meski begitu, beberapa nama strategis di struktur PBNU justru tidak termasuk penerima undangan, terutama Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Pengamat internal NU menilai keputusan tersebut menunjukkan perubahan pola komunikasi organisasi di tengah meningkatnya tekanan agar Gus Yahya mundur dari posisi Ketua Umum.

Sebelumnya, desakan dari jajaran Syuriyah agar Gus Yahya mengundurkan diri memantik spekulasi liar di akar rumput NU. Pertemuan malam ini dipandang sebagai upaya konsolidasi Tanfidziyah untuk merespons tekanan tersebut dengan mengumpulkan dukungan para kiai sepuh dan tokoh berpengaruh.

Lampiran undangan memuat daftar lengkap nama-nama kiai dari berbagai daerah, mulai dari KH Taufiqurrahman Subkhi, KH Abu Yazid Al-Busthami, KH Fuad Nurhasan, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Zuhrul Anam, KH Azaim Ibrahimy, hingga tokoh akademik seperti Prof Dr KH Machasin dan Prof Dr KH Zainal Abidin. Habib Luthfi bin Yahya dan Habib Luthfi bin Ahmad Al-Attas juga tercatat dalam undangan.

Daftar itu menunjukkan bahwa Gus Yahya mengundang kombinasi tokoh sepuh, intelektual pesantren, habaib, hingga ulama kharismatik dari berbagai wilayah. Namun, absennya nama Sekjen PBNU Gus Ipul turut menjadi sorotan, terutama karena biasanya setiap agenda resmi PBNU turut ditandatangani oleh Sekjen.

Baca Juga: Rapat Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Diduga karena Mencemarkan Nama Baik NU

Sementara itu, respons dari pihak Syuriyah terkait pertemuan tersebut belum muncul hingga berita ini diturunkan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, hubungan antara Syuriyah dan Tanfidziyah berada dalam spotlight publik setelah bocornya risalah Syuriyah yang meminta Gus Yahya mundur.

Pertemuan malam ini diperkirakan menjadi salah satu titik krusial dalam dinamika PBNU. Sejumlah pengamat memprediksi bahwa manuver konsolidasi ini akan menjadi parameter arah gerak organisasi terbesar umat Islam Indonesia tersebut dalam menghadapi tekanan internal.

Situasi masih berkembang, dan seluruh pihak menunggu bagaimana hasil pertemuan malam ini serta apakah absennya Rais Aam dan Sekjen merupakan sinyal politik tersendiri dalam tubuh PBNU.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.